1. Berkenalan dengan Struktur Terpancang Bangunan Lepas Pantai

بِسْـــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ


Assalamualaikum, salah satu perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi adalah, eksplorasi minyak lepas pantai. Karena pekerjaan eksplorasi lepas pantai di pastikan menelan biaya besar, mulai dari riset, teknologi tinggi. dengan tujuan umur bangunan tersebut dapat bertahan lebih dari seratus tahun. teknologi sampai saat ini melakukan riset mengambil minyak hingga di perairan laut dalam. Lantas, bagaimanakah sejarah sebuah bangunan lepas pantai tersebut. berikut mungkin dapat menjadi sebuah referensi. 

1. Periode Awal Bangunan Lepas Pantai

Periode awal ini di tandai dengan dibangunya pertama kali di daerah pantai California di perkiraan tahun 1890-an. Pada saat itu, H.L Williams membeli sebuah areal di pantai California yang di indikasikan mengandung minyak bumi di dalamnya. Di tahun 1887 dia telah menyelesaikan platform tersebut. Dari bukti ditemukanya sumur minyak tersebut, lantas Williams yakin bahwa kandungan minyak dapat di temukan di lepas pantai. Dahulunya pengeboran minyak di darat akhirnya mulai mengarahkan hasil ladang produksinya di lautan. 

Di generasi setelahnya, sekitar tahun 1922, minyak di ketemukan di permukaan danau Maracaibo, Venezuela. Pengeboran masih menggunakan platform kayu pada air dangkal di kedalaman danau. Perkembangan eksplorasi minyak di laut lepas semakin besar. 
Pengebroan di Teluk Mexico dengan kedalaman 6 m di bawah permukaan laut


Teluk Persia dengan kedalaman 30m



Pengeboran di kedalaman 64 m

Rancang Monopod pada Pengeboran di Cook Inlet Alaska

2. Perbandingan Tinggi Bangunan Lepas Pantai


2. Jenis- Jenis Bangunan Lepas Pantai Terpancang ( Fix Offshore Platform)

Type jacket steel paltform ini memerlukan pertimbangan khusus dalam proses load out dari jetty ke atas barge, transportasi struktur ke lokasi, pelaksanaan instalasi dan kemapuan struktur dalam menahan beban lingkungan selama beroperasi. Perkembangan timbulnya konstruksi bangunan lepas pantai  ini didorong oleh perkembangan dalam industri perminyakan dan gas yang cenderung mencari ladang minyak dan gas dilepas pantai. Sejak Tahun 1947 sampai sekarang sudah dibangun sekitar 3000 unit bangunan terpancang yang tersebar di seluruh dunia dimana sekitar 2000 diantaranya berupa struktur jacket steel paltform dan jumlah itu sebagian besar beroperasi di teluk Mexico dan Laut Utara.


Jenis struktur bangunan terpancang ini merupakan jenis struktur permanen yang dibangun untuk mendukung operasi produksi minyak dan gas hingga 60 sumur untuk waktu 30 tahun. Sampai sekarang, lokasi kerja bangunan terpancang ini berkembang hingga kedalaman laut 400 m. Fabrikasi dan pengoperasian bangunan lepas pantai  (offshore structure) jauh lebih mahal dan juga beresiko tinggi bila dibandingkan dengan konstruksi-konstruksi bangunan di darat pada umumnya. Hal ini bergantung pada beberapa faktor antara lain letak ladang minyak/gas itu sendiri, kedalaman laut daerah operasi dan jarak lokasi operasi di daratan.

Pada umumnya biaya pengoperasian bangunan lepas pantai  sekitar 5 sampai 10 kali lebih mahal dibanding dengan bangunan di darat.Untuk itu dalam pengoperasian bangunan lepas pantai, perlu dipertimbangkan dua hal utama yaitu:


Industri bangunan lepas pantai  hanya membangun struktur bangunan lepas pantai  yang memenuhi fungsi spesifik yang dibutuhkan.
Struktur yang akan diinstalasikan sebanyak mungkin difabrikasi di darat dan membatasi kerja di laut seminimal mungkin
Proses produksi pada fabricator-fabricator bangunan lepas pantai  modern umumnya selalu mengarahkan pada efektifitas waktu, biaya dan kualitas struktur yang dibuatserta adanya keselarasan antara sumberdaya (5M – machine, man, money, material,method) dalam proses produksi untuk kelancaran dalam proses produksi. Dari kelima sumberdaya perusahaan di atas, sumberdaya manusia (man) biasanya terdiri dari pekerja dengan ikatan kerja tetap (jumlah terbatas) dan pekerja dengan ikatan kerja tidak tetap (sistem kontrak – jumlah maksimum) sedangkan sumberdaya peralatan (machine) umumnya terdiri dari peralatan yang dimiliki sendiri oelh perusahaan dan peralatan yang diadakan dengan sistem sewa.
Pada dasarnya suatu proses produksi bangunan lepas pantai  akan melewati tahapan yang kompleks yang mempunyai hubungan antar proses. Bagan atau flowchart dari proses produksi bangunan lepas pantai dapat dilihat pada slide berikutnya yang dimulai dari proses memilih proyek yang akan dikerjakan hingga proses serah terima (delivery) proyek.


Mungkin cukup sekian jika ada tambahan akan saya update terus bahasan ini. Selanjutnya saya ingin membahas mengenai Pembangunan Offshore Structure. 



Diatas kereta malam Jakarta~Surabaya


Share on Google Plus

About Afrizal Ramadhan

Seorang yang berprofesi sebagai juru ukur dan tukang hitung ini juga memiliki mimpi untuk jalan-jalan. Blog ini adalah cara yang paling mudah untuk sekedar berkisah dan berbagi tentang pengalaman, perjalanan hidup dan dunia teknik kelautan.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 comments:

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)