Adventuring Pacet Mojokerto


Sudah lama tidak meng update blog nih, karena beberapa hari ini disibukkan dengan kerjaan (ngeles)

Hmm. Kemaren tepatnya hari minggu tanggal 5 februari 2012 kami mengadakan gowes bareng di sekitar pacet dan trawas. Rencana ini sudah di perbincangkan oleh faisal, kadafi, bakhtiar dan saya sejak minggu sebelumnya, dan berangkat hari sabtu tanggal 4 februari. Faisal fathan dan kadafi berangkat dari surabaya dengan mengangkut  sepedanya Sayangnya rencana berubah karena pada saat itu terjadi banjir bandang di daerah pemandian air panas ubalan (link) air panas ubalan

Akhirnya rencana yang semestinya berangkat hari sabtu di undur untuk hari minggu, karena ada  keperluan mendadak di luar kota.

Hari minggu setelah mempersiapkan peralatan dan perlengakapan gowes,  saya siap berangkat. Dalam perjalanan nanti rencananya tempat  bakhtiar adalah sebagai pos pertama. Tepatnya daerah mojosulur mojosari, sekitar 15 km dari rumah. Karena perjalanan yang pasti cukup menguras, dari mojokerto. 





Perjalanan di mulai pukul 06.15 dari rumah, dan sepeda  poligon milik ayah, saya gowes, sayang di sepeda tidak dapat menunjukan kecepatan shingga tidak mengetahui estimasi brapa lama  gowes di pos 1.  perjalanan melewati sekar perempatan sekar putih dan lanjut. dii pertigaan belok ke kanan nanti akan tembus ke bangsal.
Nuansa persawahan menjadi rasa penasaran akan terus mengayuh luar biasa. Hembusan angin dari semilir sedikit membuat dingin, gear ku geser ke 3 dan speed ke 7. semakin menderu angin yang lewat.
dalam perjalanan bertemu dengan para bikers, dengan gear mereka masing - masing, ada sekeluarga pun ikut bersepeda ria, dan satu hal yang menarik, setiap berpapasan dengan mereka, selalu menyapa, entah dengan membunyikan bel atau pun dengan panggilan, terkadang pula sambil berteriak kondisi jalan yang akan saya lalui. Karena mereka yang berpapasan telah melewati sebelum saya. Hal ini sangat berbeda dengan ketika saya road bike mojokerto - surabaya PP atau car free day setiap minggunya. Memang alam selalu membuat kami para goweser menjadi saudara.


Lepas dari bangsal nuansa berubah karena tidak melewati desa yang penuh dengan sawah dan kebun jagung. Sayangnya hape GPS ku membuat status (battery about to die) sehingga tidak brani untuk ber adventure di jalan baru. Karena perjalanan masih setengah jalan. Dan belum melewati pos 1. akhir ku lewat jalan besar penuh, nuansa tidak begitu ramai, jam  di tangan menunjukan pukul 6.40. tidak terasa 20 menit berjalan. Nuansa cerah seiring matahari bersinar. Ramainya jalan memperlihatkan denyut ekonomi mulai berjalan. Hmm. Walau akhir pekan tempat wisata arah pacet selalu di penuhi para pelancong yang penat dengan keseharian di kantor. Aku lihat plat nomor plat L daerah surabaya.

Tepat pukul 7 telah sampai di kediaman teman seperjuangan di kampus perjuangan . Bakhtiar ali, dengan di sambut makan pagi yang hangat dan the manis. (penulis tidak mengharapkan suguhan dari tuan rumah, akan teteapi kalau ada rejeki ga nolak :P) Membuat semangat untuk lanjut di pos berikutnya. Walau stamina sudah banyak berkurang,

Pukul 8 tepat kita mulai berangkat. Karena perlu menunggu sepeda rony yang juga di bawa berkeliling oleh saudaranya. Karena jalan yang agak landai. Pengalaman pertama tanjakan,
Nuansa perbukitan sudah mulai terasa, hawa dingin mulai muncul, tanda semakin naiknya jalan. Kayung pun semakin berat.
Benar saja setiap kayuh ku tetap selalu di belakang rony, semakin tertinggal, hmm, sepertinya berat jika sampai ke pacet, di perkirakan sekitar 15 km lagi,

Di km 7 kami mencoba cari jalan lain selain jalan aspal. Karena mungkin belum pernah ku lewati sebelumnya, kami berbelok ke kiri di perlintasan sawah, jalan besar dari tanah cukup muat untuk truk pasir di sekitar. Dugaan kami benar, ada spot yang bagus buat sejenak melepas lelah, sungai yang cukup deras, mengalir di bawah tebing. Memang cukup mudah di jangkau, akan tetapi seperti nya tidak cukup keliatan. Dari jalan. Memang perlu turun dan berbelok tajam untuk melihat pemandangan sungai. Airnya deras Cuma tidak begitu jernih, mungkin akibat dari meluapnya sungai dan banjir di daerah ubalan sekitar 18 km dari tempat kami berada.
Kondisi Jalan tidak Ber Aspal


Perlu Menyebrang Sungai 


Teruji 





Setelah kurang lebih 15 menit, kami memutuskan untuk balik karena sudah pukul 10 dan khawatir akan hujan jika pulang sore.

Memang sedikit kecewa karena tidak sampai seperti rencana, tapi bagiku cukup untuk menguras tenaga, dan puas karena menemukan spot yang bagus. Perjalanan pulang dengan turunan yang tajam sampai di di mojosari hanya dalam waktu kurang dari 10 menit, di tengah jalan, ada bubur kacang ijo yang konon enak dan selalu ramai, mampir untuk sebentar menikmatinya,

Tepat pukul 13.30 sedikit lebih lama dari jalan yang ku lalui pertama kali. Tapi adrenalinya berbeda.
Minggu depan kemana lagi ya….




2 comments:

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)