Menapaki Tangga Tertinggi Gunung Semeru 3676 Mdpl -2 habis

Assalamualikum.

melanjutkan dari postingan saya yang pertama menapaki-tangga-tertinggi-semeru-3676

09.00 Minggu

Danau Ranu Kumbolo 2500 mdpl sekitar pukul 7 pagi
Minggu pagi dengan semangat tim, kita mulai melanjutkan perjalanan. tantangan selanjutnya adalah tanjakan cinta, yang kata orang, jika kita tidak nengok belakang sampai puncak bukit tanjakan cinta, maka kita akan dekat dengan jodoh. haha, ada-ada saja nih. yang jelas kenapa dinamakan tanjakan cinta karena jalan yang dilalui itu membelah 2 bukit yang tingginya sama, dan seperti berbentuk waru.terlihat jalan yang dilalui seperti dekat, tapi ketika di jajaki, terasa berat juga. hingga kita sampai ke puncak di antara dua bukit. dengan sekali lagi melihat keindahan danau, sebelum melanjutkan perjalanan. dari jauh terlihat beberapa pendaki seperti segerombolan semut membereskan tenda. di belakang kami melihat sebuah hamparan luas, sejauh mata memandang, hanya hamparan padang bunga lavender, sayangnya kedatangan kami pada musim kemarau, sehingga warna ungu bunga lavender tidak terlihat. wismu salah satu anggota tim.

Ranukumbolo dari Tanjakan Cinta

Wismu salah satu anggota tim mengalamai cedera kaki, akibat dari turun dengan tergesa-gesa, sehingga kita beristirahat sambil menikmati angin yang menggerakan setiap batang semak. angin terasa berbisik di tiap helai daun. nuansa yang tidak pernah ada di tempat kami tinggal.
istirahat di oro-oro ombo

setelah cukup kami beristirahat, untuk segera melanjutkan perjalanan, tujuan kami adalah kalimati, dan mendirikan tenda di sana. dalam perjalanan akan melalui cemoro kandang dan gunung jambangan di depan dan di balik gunung tersebut adalah kalimati. perkiraan perjalanan adalah sekitar 3-4 jam, bergantung banyaknya istirahat.


Cemoro Kandang
selepas dari oro-oro ombo, dengan hamparan luas tiap kita memandang, selanjutnya adalah hutan cemara, cemoro kandang, di tempat ini di sisi kanan kiri terdapat banyak pohon cemara dengan kerapatan sedang, dan semak setinggi betis, kami tidak pernah membayangkan nuansa ini, ketika berjalan terkadang bunyi angin yang lewat membuat hati kami ciut, di perjalanan semeru kami, tercatat oleh saya cuma berangkat 3 kelompok termasuk jami, dan 2 kelompok sudah mendahului, sehingga kami ber 4 sendiri dalam perjalanan. benar - benar perasaan campur aduk, antara takut, pasrah, penuh teka teki pertanyaan. saya terus memantabkan hati dengan membaca "khasbunallah wani'mal wakiil ni'mal maula wani'mannasiir" (cukuplah Allah sebagai penolongku dan Allah sebaik-baik penolong) baik dalam hati maupun lisan. setelah dari oro-oro ombo kami berhadapan dengan bukit jambangan, di balik bukit inilah letak pos kalimati berada.perjalanan tidak berbeda dengan bukit-bukit sebelumnya. ada tanjakan dan turunan, sedikht berhati-hati karena ada jalan yang sedikit longsor. di kanan kiri terdapat vegetasi khas di ketinggian 2500 mdpl. yaitu bunga perdu dan lavender.

15.00 Minggu 4 November 2012
setiba di Kalimati, tampak hamparan padang luas. sejarahnya Kalimati ini adalah bekas dari aliran lahar dingin, masih ada bekas lahar dingin yang sekarang bisa di pakai untuk camp.  Kami tiba pukul 15.00. di Kalimati merupakan pos terakhir yang di perbolehkan camp di Gunung Semeru, selebihnya TNBTS tidak akan bertanggunf jawab jika terjadi sesuatu. Sebenarnya setelah camp Kalimati terdapat camp Arcopodo, kurang lebih 1 jam perjalanan dengan terus menanjak. setelah itu batas antara vegetasi dan pasir mahameru, yaitu cemoro tunggal.

Rencana kami adalah istirahat di Kalimati dan persiapan menuju Mahameru pukul 23.00, kami bersiap untuk mendirikan tenda. Juned dan Wismu mendirikan tenda, saya dan mbak je mencari air minum di Sumber mani, Sumber mani adalah sumber air yang ada di kalimati, perjalanan sekitar 1 jam turun ke aliran lahar dingin. dalam perjalanan ke sumber mani. saya dan mbak je bertemu dengan 2 kelompok lain sedang mencari minum juga. sayang tidak sempat berkenalan waktu itu. 2 kelompok tersebut akan mulai ke arcopodo sore ini selepas mendapat air dari sumber mani. dan dapat di pastikan kami sendiri di padang kalimati ini.


setiba mengambil air sekitar pukul 17.00 kami melihat tenda dan makanan ringan sudah siap tersedia. dan kami siap bersantab malam,sebelumnya kami sholat jama' qhasar untuk dhuhur dan ashar, dan menunggu waktu maghrib dan isya untuk kembali shalat. kami tidur pukul 18.30.

tepat pukul 22.00 alarm kami berbunyi, walaupun cuma tidur-tidur ayam karena angin dan dingin yang menusuk tulang, sayang tidak ada yang membawa pengukur suhu, sehingga tidak bisa melihat berapa suhu pada malam ini. kami bersiap bangun untuk memasak di tengah super dinginya malam, jari tangan dan kaki kebas sepertinya harus segera di lemaskan dan dihangatkan. Makan malam kita kali ini lebih spesial dari biasanya karena perlu tenaga dan energi ekstra untuk pendakian. Sarden makarel dengan taburan sosis, segera kami makan.

23.00 Minggu

Kami bersiap untuk Mahameru, perbekalan yang kami bawa hanya tas Day pack dan air minum tiap orang 1.5 liter, tidak ada yang menitipkan air minum pada kawanya, karena pengalaman, kalau ada kawan diatas dan kawan satunya membawa air di bawah, akan susah untuk koordinasi air. sehingga semua harus membawa perbekalan sendiri-sendiri. kami ber 4 membuat beberapa kode agar komunikasi jarak jauh dapat di pahami tiap anggota.



salah satu nisan dari orang hilang


kami berangkat menuju arcopodo di keheningan malam yang seakan dinginya hingga menembus celah pori, di malam itu, kami berempat berjalan sendiri tak ada kelompok lain yang ikut bersama dalam rombongan, peta perjalanan seperti mengabur dalam ingatan kami. kami hanya mengandalkan tanda dan jejak yang telah di tinggalkan oleh sesama pendaki sebelum kami. di hamparan padang rumput kami menuju hutan, perjalanan titik ini sudah menanjak, bahkan bukan tanah yang kami injak melainkan dari akar ke akar. ini adalah aliran air, berbahaya memang jika ada aliran air di atas kami, sehingga kami hanya berpegangan ranting tiap ranting, akar menjulang keluar dari tanah. 

24.00


Kami tiba di Arcopodo, di bagian ini tanah datar tidak selapang kalimati. dari penerangan kami, cuma ada tanah sedikit datar dan terbatas untuk berkemah. ada beberapa kemah yang sudah kosong, mungkin dari rombongan solo dan bandung sudah mulai pendakian. melanjutkan perjalanan dengan lebih sering tanjakan dan akar. kami di beri petunjuk jalan dengan pagar - pagar di sisi kanan dan kadang di sisi kiri. dan setelah pagar yang udah uzur sudah tak dapat melihat lagi, firasat ini dibenarkan oleh kawan kami, jurang. jurang di kanan kiri seakan diam dan mengawasi kami kalau - kalau ada yang hilang konsentrasi.di sini mbak je mulai sering batuk dan sesak napas, beruntung kami membawa oksigen, sedikit kami bergerak dan banyak kami istirahat. mbak je paling depan mengeluhkan sesak. kami mulai berpikir ulang untuk kembali, akan sangat berbahaya jika memang di lanjutkan. sesak napas adalah salah satu pembunuh terbanyak setelah hipotermia. kejadianya sudah mulai terasa. kordinasi keseimbangan tubuh pun mulai terganggu. Mbak je meyakinkan kami untuk lanjut, dia masih kuat.

di perjalanan juga menemukan beberapa nisan orang meninggal dan hilang, suara hewan sudah mulai tidak terdengar, terganti suara angin. Benar - benar kuasa Allah, kami merasa pasrah, dan terus melanjutkan perjalanan. tidak boleh terlalu lama berhenti, selain kedinginan, membuat kakunya otot yang sudah lemas akibat panas tubuh. harus terus bergerak. Di atas sudah mulai terlihat penerangan dari lampu senter dan headlamp dari pendaki lainya. Entah sejauh apa jarak kami. yang pasti dalam syukur. ini adalah jalur track yang benar. terus kami berjalan sampai tidak terasa batas pasir dan vegetasi. dari pengamatan dulunya cemoro tunggal ada di tempat ini. Mungkin pernah ambruk sehingga tidak tampak. Bismillah tanjakan yang utama dimulai.

Kami sudah mulai paham karakteristik tanjakan pasir ini. kesulitanya adalah pasir tidak sepadat tanah. Sehingga cengkraman sepatu sangat kurang. jika naik lima langkah akan turun dengan sendirinya dua langkah. benar benar mulai ujianya. Kanan dan kiri jalur tidak berbeda. cukup menghawatirkan jika salah ambil sudut. maka jatuhnya melenceng jauh dari tempat yang seharusnya. Semoga tidak. Dalam perjalanan mbak je meminta balik, dan juned pun menemani. mereka meminta kami melanjutkan perjalanan. Takjub dengan sosok kawan juned ini. pemimpin yang rela menunda tujuanya. Karena ada kawan yang tidak kuat. dan meminta kami melanjutkan perjalanan karena kami masih dirasa kuat. Kami akhirnya berpisah di kurang lebih seratus meter dari cemoro tunggal.


kami melompat, berjalan zigzag, mencengkram dengan tangan, jalan tertunduk hampir mencium pasir. luar biasa berat jika di gambarkan keadaan saat itu. Hal lain yang perlu waspada adalah gulungan kerikil dan batu dari atas jika ada kawan yang menjatuhkanya. Kami sangat hati-hati dengan langkah. salah menginjak batu dan menggelinding akan membahayakan pendaki di bawah. Ketika lelah kami berhenti sebentar, tidak mungkin berhenti lama, tangan sudah mulai kebas, dan tak dapat cengkram kuat. entah sudah berapa puluh meter, dan berapa jam yang telah di lalui. 

04.00
Waktu mulai subuh dengan melihat garis benang antara gelap dan terang seperti kata Rosul tanda fajar menyingsing. Keinginan untuk shalat shubuh di puncak sepertinya gugur, harus melaksankan di jalan dengan kemiringan yang hampir-hampir jatuh jika tidak memendam kaki di dalam pasir. saya kumandangkan adzan subuh yang mengalun, kawan saya udah jauh diatas. Berbeda rasanya mengumandakan adzan di atas ketinggian ini, dan saya pun shalat di tengah daratan miring pasir Semeru di ketinggan diatas tiga ribu meter.  Benar-benar kuasa Allah. Subhanakallah wa bi hamdih. Maha Suci Engkau ya Allah dan kami memuji. setelah shalat shubuh saya melanjutkan perjalanan dengan tekad yang lebih besar. 

05.00
Penerangan sudah mulai tidak diperlukan. para pendaki diatas. rombongan dari bandung terlihat. sepertinya sudah dekat batinku. tapi ada suatu hal yang aneh. di bawah sangat cerah tapi di atas seperti berasap. apakah awan panas sudah sampai, ataukah saya sudah terlampau siang. tapi melihat bentuknya sepertinya hanya kabut. dan mulai mendekati kabut. perasaan aneh mulai menyapa. sedikit demi sedikit jalan yang saya lalui terkaburkan oleh kabut. jalan di depat tak tepat lagi dengan penglihatan ini. rombongan dari atas sudah berteriak menyemangati. "PUNCAK-PUNCAK" SEMANGAT". makin cepatlah langkah kaki ini walau tidak terlihat orang yang meneriaki krna kabut. mungkin masih bisa terlihat oleh nyala senter .

06.00
jalan semakin tak terlihat. kabut nya pekat. hanya suara tanpa tau datangnya. alhamdulillah dari suara memanggil sudah mulai terlihat beberapa pendaki tergabung dalam rombongan. mereka meminta semua pendaki yang naik tanpa terkecuali untuk turun!! kabut tebal sangat mengganggu penglihatan dan sangat rentan salah ambil jalur. seperti keadaan terguncang padahal puncak tinggal sedikit lagi. saya mencoba untuk melobi sepertinya tidak berhasil. kawan saya tidak terlihat mencoba berteriak untuk mengetahui posisinya. sedikit lebih lama ia datang dengan menjawab panggilan. syukur alhamdulillah. dengan berat hati kami kembali. sungguh kurang beruntung alam berkata lain. puncak tidak saya dapatkan. akan tetapi kebersamaan dan keselamatan yang jauh lebih utama.
20 meter dari puncak


jalan turun  sekitar 50 meter dari puncak

jalan turun sekitar 80 meter dari puncak


terlihat jelas sekali di bawah berbeda dengan kabut di atas puncak


Kecewa itu pasti akan tetapi lebih dari kekecewaan tersebut saya mencoba mengambil ibrah dari perjalanan ini. bahwa tiap perjalanan yang saya lalui, hanya sebatas me refresh tanpa harus mencapai puncaknya. bahwa  benar - benar bersyukur memiliki teman seperjalanan seperti mereka, juned yang rela tak ikut naik untuk menemani mbak je, mbak je yang memiliki pendirian teguh untuk terus melangkah walau akhirnya tidak dapat melanjutkan perjalanan. wismu yang aku khawatirkan tidak kuat karena merupakan pengalaman pertama, malahan ia yang jauh mendahuluiku dalam summit attack ini.

poin pertama adalah tekad kuat selapis baja dan menggantungkan cita setingginya adalah sebuah keniscayaan bahwa hidup harus memiliki tujuan. harus memiliki arah harus memiliki visi. seperti mencuplik dari sebuah novel, jangan sampai kita hanya seperti seonggok daging yang berjalan tanpa angan. hidup mengikuti alur tanpa tau arah tujuan. 

poin kedua adalah, keselamatan, kepercayaan. saling care, dalam alqur'an lebih kepada muamallah amal sholeh, mendahulukan prioritas dari ego, mengedepankan kepentingan yang berjumlah dari pada satuan. menolong hingga tuntas, dan tanpa pamrih. Sifat mulia rosul sangat berperan dengan keadaan ini. membalas pukulan dengan pelukan, membalas ludah dengan datang ke rumah, membalas kata kasar dengan pujian, membalas cacian dengan sanjungan. sungguh telah ada pada diri Rosul adalah tauladan yang baik. dan Allah pun memujinya dalam firmanya muhammad memiliki akhlak yang agung. 

poin ke tiga adalah, dalam kehidupan jangan terlalu cepat menilai, apalagi berprasangka yang tidak baik, tiap perjalanan pasti punya ceritanya masing masing. dengan keunikanya dan hikmahnya. boleh jadi apa yang kita prasangka kan bukanlah sesungguhnya. karena kita manusia yang hidup sekarang dan tanpa tau masa depan. dan hanya tau masa lampau dari cerita-cerita. maka jalan hidup yang bisa kita lakukan untuk kedepan adalah berprasangka. menilai, dan mengira -ngira. maka akan jauh lebih baik prasangka baik di dahulukan. akan meringankan jalan memudahkan tujuan dan tidak ada beban, entah salah menilai kebaikan. akan tetapi telah tercatat oleh Allah sebagai kemudahan bagi kita kelak. aamiin

update foto


artikel yang terkait :

12 comments:

  1. blog-traveller? waa keren kak!
    berkunjung kembali.. salam kenal dari sidoarjo ya kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam, aku kira junior di kampus, ternyata bukan, salam kenal

      Delete
  2. keren om, suatu saat saya bisa mencapai mahameru, aminnn.
    "betapa kecil manusia, ditengah hamparan dunia, kerugianlah bagi mereka, yang tiada bersyukur mentafakurinya" #nyanyi

    ReplyDelete
  3. keren ommm. suatu saat saya akan mencapai mahameru. aminnn

    betapa kecil manusia
    ditengah hamparan dunia
    kerugianlah bagi mereka
    yang tiada bersyukur mentafakuriny. #sing a song

    ReplyDelete
  4. jadi makin ingin naik gunung setelah baca ini :)

    ReplyDelete
  5. hebat bravo


    www.indogeria.blogspot.com

    ReplyDelete
  6. Hmmm jadi ingat pas usaha mo ke naek puncak, perjuangan yg berat.. dingin, lapar, lemas, ngantuk berat karna ga tidur2 ampir aj mo nyerah :). tipsnya: istirahat yg cukup! dan baca dari yg udah2 biar bisa ngatur strategi

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup bener banget, catatan perjalanan adalah pedoman yang baik sebelum melakukan perjalanan

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)