MUKHOYAM MPKD, Selayang Pandang

Bismillah.. Assalamualikum.

Mukhoyam itu arti bahasa dan istilah keren-nya, sedangkan dalam bahasa inggris memiliki arti "camping", dan "kemah" dalam bahasa indonesia. Ini adalah suatu acara berkemah di suatu tempat tertentu di tengah alam, akan tetapi yang berbeda adalah acaranya. :). ajakan untuk mukhoyam ini sebenarnya dari jaman masih berstatus mahasiswa, sayangnya ketika itu masih banyak alasan. he he.

Alhamdulillah saat itu saya bersyukur bisa mengikutinya. saya harus membayar mahal untuk tidak ikut pertemuan blogger bloffer . panggilan untuk mukhoyam datang seminggu sebelumnya, dan memang saya telah menunggu saat itu. bukan karena ada paksaan, akan tetapi karena manfaat yang saya dapat dari 3 hari mukhoyam.coba di cek di google akan di temukan banyak foto yang memperlihatkan kegiatan mukhoyam dari situs resminya.
Mengarungi samudra kehidupan,

Kita ibarat para pengembara

Hidup ini adalah perjuangan,

Tiada masa tuk berpangku tangan



Setiap tetes peluh dan darah,

Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan ﷲﺍ,
Kan menjadi saksi pengorbanan

Allohu ghoyatuna
Ar Rosulu qudwatuna
Al Qur'anu dusturuna
Al Jihadu sabiluna
Al Mautu fi sabilillah, asma amanina

ﷲﺍ adalah tujuan kami,
Rasulullah teladan kami
Alqur'an pedoman hidup kami,
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan ﷲﺍ adalah,
Cita-cita kami tertinggi

Jika di ibaratkan sebuah halaqoh, kajian tiap pekan sekali, merupakan sebuah pertemuan untuk saling mengingatkan, saling mereview saling belajar dan saling berdiskusi. karena sebagai manusia, secara kodratnya sering lupa, dan sifat iman yang cenderung fluktuatif, terkadang naik seringnya turun :(. maka pertemuan-pertemuan dalam majlis ilmu dan majlis zikir sangat dinanti bagi saya. seperti tanaman yang kering dan haus akan siraman, walau tetap berbentuk air yang sama, akan tetapi dapat menyuburkan tanah, menghijaukan daun dan tumbuhnya menggairahkan, padahal yang disampaikan mungkin telah tiap kali kita dengar dan paham. akan tetapi sense nya berbeda dengan kita mengikuti majlis tersebut. 

Berbeda halnya ketika ikut dalam Mukhoyam ini, ada beberapa hal yang tidak kita dapatkan dalam halaqoh sekalipun, apakah itu ? keteraturan, kedisiplinan, menyatukan jiwa dalam barisan. dan menyuarakan dalam kebersamaan serta melangkahkan kaki berjamaah. Dari Halaqoh tarbiyah kita menggapai ruh yang sama, dengan mukhoyam kita berbaris teratur dan selalu bersiap dalam kondisi apapun.

Tidak berhenti saya bersyukur dalam mengikuti kegiatan ini. saya melihat begitu banyak para pemuda yang ikut serta, paling imut masih berkisar umur 16 tahun hingga peserta tertua pada saat itu berumur 60 tahun. Masyallah laahaoula wala quwwata illa billah, dengan semangat mereka ikut dan terlebih mereka bercerita, para istri lah yang mendorong mereka untuk tidak terlalu khawatir dalam kesendirianya. tak cukup sampai disitu, ternyata semua peserta ini bukanlah orang-orang biasa. bukan pula orang yang memiliki banyak waktu luangnya, mereka pengusaha, mahasiswa, engineer, pedagang, para da'i, anak sekolahan, akuntan, dokter, guru dan berbagai profesi lainya dalam satu pertemuan akbar. jelas bukan orang yang memiliki banyak waktu luang, akan tetapi ketika saya menanyakan dalam perkenalan, mereka sengaja ijin, cuti, tanpa ada yang berniat membolos. saya melihat kesungguhan para peserta dengan cara yang baik dan benar. membuat takjub dibuatnya.

Kita mengatur logistik, membuat kemah, membagi tugas dalam satu waktu yang terbatas, dan mereka tanpa banyak kata siap menerima tiap pembagian dari amir (pemimpin kemah) tanpa ada saling singgung. ini merupakan hal yang baru bagi saya, walau sering berkegiatan alam bebas dengan sesama pendaki, tapi baru saya mengerti perbedaan mendasarnya. saya berada di lingkaran berbeda saat itu. berada di kesamaan jiwa dalam satu fikrah.

Dalam tiap Outbond yang kami jalani, dan pasti peluh dan lelah tak terhidarkan, dan perintah dari panitia kepada kelompok regu tertentu yaitu, mempersiapkan sholat berjamaah tilawah, dan kultum. langsung saya terheran-heran dan terkejut, mereka dengan siap menyegerakan, dan telah siap dalam kultum dan tilawah tanpa teks (hafalan), lafalnya bagus, di baca dari salah satu surat dalam Al Qur'an dan berlanjut ke surat berikutnya, berikutnya, berikutnya.  Malu saya ini, sudah pasti dengan cermin ini, maka kalau diri ini tak merasa malu, barangkali saya termasuk orang-orang yang tertutup hatinya. begitu bersemangat dan bergairahnya mukhoyam ini. tak kurang dari 500 peserta dari jawatimur berada dalam satu tempat.

Dalam taujih dari salah satu da'i, saya mengetahui rahasia mereka, rahasia orang yang jarang memiliki waktu luang tapi dalam ruhiyah tak pernah sedikitpun surut. turun itu mungkin tapi sampai hilang itu tidak. salah satu kata-kata yang sangat memotivasi adalah :


Selesaiakan urusan duniamu dengan cepat dan segera, dan berhentilah sejenak serta songsonglah panggilan Allah dengan Khusyu' tanpa tergesa

Saya benar-benar termenung dengan kalimat ini, sebenarnya kalimat tersebut dapat di katakan seperti sabda rosul

"kejarlah duniamu seakan engkau akan hidup selama-lamanya, dan kejarlah akhiratmu seakan-akan engkau mati esok"

Menjadi tanda tanya besar, bagaimana implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. secara pribadi yang masih bodoh ini, ketika mengejar untuk dunia, maka seringnya akhirat terlupakan bahkan tertinggal. dan ketika sedang khusyuk dengan akhirat, maka seringnya terlupa untuk mencari dunia. maka pemahaman selama ini adalah dunia dan akhirat terpisah. ketika dunia yang saya kejar dan fokus untuk meraih sebesar-besarnya. dan suatu kali memikirkan akhirat cukup sebagai penyeimbang. tanpa sadar pemahaman sekuler sepertinya telah ada dalam diri. istighfar.

Maka saya amat terheran-heran dengan kawan mukhoyam ini. mereka bukanlah orang yang memiliki banyak waktu luang, mereka bukan bekerja sebagai da'i. mereka orang yang bekerja seperti saya, bahkan saya pikir jauh lebih sibuk mereka, orang kantoran, orang lapangan, pengusaha, dokter, guru, nelayan, petani. tak hanya itu, mereka juga memiliki kesibukan sebagai ketua dalam karang taruna di desanya, sebagai ketua RT di kompleknya, sebagai ayah bagi keluarganya dan putra-putrinya, tapi mereka semua da'i, memiliki mutarobi. Mereka semua dapat mensinergikan dunia dan akhirat, mereka dapat mengamalkan hadist dengan baik.

Malu sekali rasanya ketika setan dengan manisnya meniupkan ketika saya sedang sibuk agar "ntar dulu lah shalatnya", "besok aja kajianya tuh ada dunia menanti kejarr kerjaar", "capek nih kerja, halaqohnya minggu depan aja ya" bahkan tak jarang dalam khusyu'nya shalat pun setan masih dengan manisnya membujuk "sholatlah yang khusyu' tuh ada jamaah di belakang lagi ngeliat", "ngaji yang serius ya, biar lebih paham dari orang lain". ketika jauh dari Islam, setan menebar agar terjerembab dalam kemaksiatan, bahkan sedang khuysu pun setan dengan cerdik meniup dan mengindah indahkan menjadi terbakarnya amalan karena riya'. astaghfirullahal adzim

Maka, saya yang sedang tertatih ini dalam memahami Al Qur'an, terbata-bata dalam mengamalkan sunnah, tapi saya punya keinginan seperti mereka kawan mukhoyam, menjadi seorang muslim yang kuat lagi menguatkan sekitarnya, seorang mukmin yang selalu mengingatkan untuk diri dan menjadi semangat bagi lainya. 

dan pasti kawan kawan kita akan berjumpa di pertemuan akbar mukhoyam selanjutnya. Allahu Akbar !!

yup semangat dengan mars Jejak :

menapaki langkah-langkah berduri

menyusuri rawa, lembah dan hutan

berjalan diantara tebing jurang

smua dilalui demi perjuangan



letih tubuh di dalam perjalanan

saat hujan dan badai merasuki badan

namun jiwa harus terus bertahan

karna perjalanan masih panjang



kami adalah tentara Allah, siap melangkah menuju ke medan juang

walau tertatih kaki ini berjalan

jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan



wahai tentara Allah bertahanlah,,

jangan menangis walau jasadmu terluka

sebelum engkau bergelar syuhada

tetaplah bertahan dan bersiap siagalah

11 comments:

  1. kereeeen... !!
    dan nasyidnya itu lhooo.. perasaan baru semalem ngeramein asrama pake nasyid itu hahaha.. keep istiqomah ^_^

    ReplyDelete
  2. kadang2 ngeliat ikhwan mukhayyam, pengen banget gabung ke santika.. tapi begitu ngeliat foto2 yang dishare same mas @bayprio di twitter beberapa waktu lalu, wiiiih langsung kederrr :p

    tapi semua ikhwan wajib jib jib ikut mukhayyam supaya jadi ikhwan tangguh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup, Muslim yang kuat lebih dicintai dari muslim yang lemah. semoga terus istiqomah amin

      Delete
  3. subhanalloh... saya suka dengan kata-kata yang ini:
    "tapi saya punya keinginan seperti mereka kawan mukhoyam, menjadi seorang muslim yang kuat lagi menguatkan sekitarnya..."

    nice post. :)

    ReplyDelete
  4. kereeenn ^^d

    kangen nyanyiin lagu itu sambil longmarch, haha :D

    sampe rela gak ikutan kopdar pula :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaaa itu, bertepatan waktunya,,, semoga lain kali dapat merapat di lingkaran kopdar bersama, _b

      Delete
  5. Mendengar mars nasyidnya pasti menggetarkan ya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga hanya mendengar mbak, tapi juga sambil teriak2 lantang ,, :D

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)