Dieng Pletau, Keren Bingit

بِسْـــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ

Puncak Sindoro dari Gardu Pandang Dieng
Assalamualaikum, kawan semua mungkin tak asing dengan kawasan wisata dieng pletau. suatu dataran tinggi yang konon merupakan dataran tinggi ke 2 di dunia yang di huni oleh manusia. di Dieng merupakan rumah bagi para penganut agama hindu tertua di tanah jawa. Banyak sekali candi -candi yang bertebaran di kawasan tersebut. pengaruh hindu telah datang di sekitar abad 8 hingga 9.


Dalam kesempatan ini, saya berkunjung ke Dieng pletau dalam rangka liburan idul fitri bersama keluarga. Dieng terletak di kabupaten Wonosobo. (Dieng Wetan) dan Kabupaten Banjarnegara (dieng Kulon). Dataran tinggi dieng ini sering di sebut sebagai negeri atas awan, karena letaknya di ketinggian 2000 mdpl. dan seringnya awan datang dan bermukim di kawasan tersebut.

Perjalanan kami berangkat dari anak kaki gunung Lawu yaitu desa ngerong, Magetan, dengan waktu tempuh ke wonosobo adalah sekitar 10 jam, waktu itu adalah berketepatan dengan H+ 2 Idul fitri 2015. bagi kami wajar dengan perjalananan, kemacetanya. semua riuh dan capeknya tergantikan dengan sebuah perjalanan yang menyenangkan.

Dalam Perjalanan
Besar harapan kami untuk sehari saja mengunjungi ke dieng, ternyata perhitungan kami salah, 10 jam adalah waktu yang lama bagi kami untuk dapat sejenak melihat pemandangan dan kembali lagi. jauh men. he he. Alhasil kami menyewa homestay yang berada di pusat kota wonosobo. di pagi hari nya kami mulai melanjutkan perjalanan pukul 08.00 kami berangkat.

Beberapa artikel menyebutkan bahwa dataran tinggi dieng sebagai dataran tinggi (pletau) terluas didunia yang dihuni oleh manusia setelah tibet. hal ini serasa memang pantas di sematkan pada Dieng tersebut.


Sayang sekali karena saya berangkat bersama keluarga, sehingga tak sempat untuk mengeksplore lokasi di sekitar kawasan dieng tersebut. terdapat banyak sekali seperti puncak sikunir, gunung prau, kawah sikidang dan lain sebagainya.  saya hanya berkesempatan di telaga warna dan candi dieng. berikut beberapa foto yang berhasil saya dapatkan . eh he

Di kawasan Dieng teradapat 2 Telaga yang sempat saya lihat yaitu telaga warna dan telaga pengilon.
Telaga warna merupakan danau vulkanik yang berisi air bercampur dengan belerang. apabila terkena sinar matahari, akan memantulkan sinar berwarna warni, terkadang biru, kuning hijau. telaga warna adalah yang paling ramai di obyek wisata ini.
Telaga warna
Telaga warna yang menarik adalah, warna air dapat berubah bergantung tingkat dari belerang yang ada di dalamnya. terkadang saya menemukan di bawah air terdapat gelembung-gelembung dari dalam tanah, seperti gas.

Kawasan padang rumput
Kawasan padang rumput
Salah satu telaga lainya adalah telaga pengilon. tepatnya bersebelahan dengan telaga warna. telga ini memiliki air yang jernih, Telaga pengilon berarti cermin, orang seakan dapat berkaca di dalam telaga ini. dari mitos telaga ini dapat mengetahui isi hati seseorang, jika kita melihat telaga dalam keadaan keruh, maka dapat diartikan hati kita keruh, begitu pula sebaliknya, percaya ga? :D
Telaga Pengilon

selain telaga warna juga terdapat candi. terdapat keterangan Candi yang bertuliskan

Percandian di dataran tinggi dieng di bangu sekitar abad VII-VIII Masehi. Percantara tersebut adalah kelompok Candi Arjuna, Candi Bima, Candi Styaki, Candi Dwarawati, dan Candi Gatotkaca, selain itu juga terdapat peninggalan lai seperti Tuk Bima Lukar dan Dharmasala. 

Arsitektur Candi dieng mengalami perkembangan dari pengaru India ke arah ciri loka. Candi Arjuna dan Bima diketahui memiliki gaya India yang kental. sedang candi lainya secara bertahap menunjukan ciri lokalnya, ditandai dengan perkembangan relung dan menara atap.  

Candi Bima adalah satu - satunya candi yang mempunyai kudu, jumlahnya ada 24. Kudu adalah lengkung seperti tapal kuda yang di isi wajah dewa. sebagai lambangn face  of glory. karenanya kudu ditempatkan diatap candi. di India, kudu tidak hanya di isi wajag dewa, tetapi juga raksasa, dan berfungsi menolak bala. 


Candi



Candi

Cara Mengunci Candi pada jaman Dahulu

Bareng Keluarga :)
Bareng Keluarga :)

360 derajat sekitar candi
Saran saya ketika berkunjung ke Dieng adalah jangan pada musim liburan, he he, semuanya penuh :P

2 comments:

  1. alhamdulillah saya juga sudah pernah kesini, jadi pengen kesini lg deh, hehehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)