3 Alasan Mahasiswa ingin Cepat Lulus

بِسْـــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ

Sebetulnya gambar disamping tidak ada hubunganya dengan yang ingin saya tuliskan, inginya mencari gambar yang berhubungan dengan seorang mahasiswa sedang dilematis memikirkan organisasinya ataukah segera lulus dari perkuliahan untuk menyambut dunia yang sebenar-benarnya. Akhirnya saya memajang foto ini (dok. pri) saat ada sebuah acara seni tahun lalu di ITB. Menurut saya cocok karena ada seorang mahasiswa  yang harus memutuskan jalan hidupnya dilema tersebut seakan berada di tiang gantungan jika tidak segera memutuskan. 

###########
JAKARTA - Ketua Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi organisasi mahasiswa saat ini.
Mahfud menilai organisasi mahasiswa saat ini tidak mampu melahirkan kader bangsa yang berkualitas. Banyak mahasiswa yang hanya berorientasi pada indeks prestasi tinggi dan ingin segera meraih gelar sarjana.

"Semuanya sudah seperti mesin," ucap Mahfud saat berkunjung ke Kantor Redaksi Koran SINDO dan Sindonews di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 38, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2016).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menuturkan pada era 60-an hingga akhir 90-an banyak tokoh bangsa yang lahir dari organisasi-organisasi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. 

Menurut Mahfud, kebanyakan tokoh-tokoh itu masuk ke perguruan tinggi tidak semata mengejar nilai tinggi.

"Saya sudah sampaikan ke pemerintah kondisi demikian ini. Negara rugi kalau kondisi mahasiswa seperti saat ini. Cepat lulus, cari IPK tinggi. Karena para pemimpin yang kini duduk di pemerintahan itu dahulu kuliahnya juga tak lulus cepat," ucap Mahfud.

Oleh karena itu dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-50 KAHMI, Mahfud dan jajarannya akan menggelar rangkaian kegiatan yang bertujuan menggelorakan kembali semangat mahasiswa dalam berorganisasi dan ikut serta membangun bangsa.

"Kami ingin menggairahkan kembali HMI bersama organisasi mahasiswa lainnya sebagai tulang punggung perjuangan bangsa," ucap Mahfud.



##### 

Kutipan berita diatas yang saya ambil dari sebuah media masssa merupakan fakta yang terjadi, bahkan ramai sekali di salah satu forum terbesar Indonesia. ada yang pro dan kontra. Bagi saya seorang veteran kampus ini merasa demikian. menjadi salah satu mahasiswa di perguruan tinggi negeri teknik di Surabaya. 4.5 tahun lulus bagi saya sudah cukup lama lho. banyak kawan-kawan yang lulus 4 tahun. saya aktif juga di organisasi dari jurusan hingga luar jurusan. bagi saya ada 3 alasan harus segera lulus :

1. Hilangnya persepsi Kuliah adalah mencari Ilmu

Dahulu para salafushalih terlalu jauh sepertinya, para pendahulu kita saja ketika di beri kesempatan bersekolah luar biasa semangatnya. Mereka menempuh hingga ribuan kilometer untuk berguru dan mencari ilmu. seperti contohnya kyai haji Ahmad Dahlan dan Kyai haji Hasyim Asari, Muhammad Natsir serta Buya Hamka. Generasi saat ini termasuk saya menganggap kuliah adalah jenjang sebelum mencari pekerjaan. kuliah adalah untuk bekerja. Oleh karenanya berbondong-bondong calon mahasiswa mendadak mencari tahu jurusan yang akan di ambil nanti bisa bekerja dimana. 

2. Biaya 

Semua perkuliahan butuh biaya. walaupun saya beberapa kali mendapatkan beasiswa mulai dari beasiswa Djarum bakti pendidikan, PPA, BBM. kerja jaga warnet, jadi freenlance, proyekan sama dosen. Tetap saja biaya menjadi persoalan utama. Maka bagi kami mahasiswa semakin lama kuliah dan tidak segera lulus sama dengan membebani biaya kuliah yang besar. Saat ini dengan istilah BHMN, dan lainya, itu sebenarnya adalah lieberalisasi pendidikan. Harga pendidikan yang mahal membuat orang pintar tidak bisa kuliah, hanya orang yang berduit yang kuliah , kasus ini terjadi pada sekolah favorit. Semua mahasiswa yang pas-pasan sibuk mencari tambahan, sedang kuliahnya asal-asalan yang penting lulus. alih-alih memikirkan organisasi, lulus cepat saja sudah beruntung.

3. Kurikulum  yang hanya mencetak karyawan

Saya menyadari ketika bekerja, bahwa kurikulum yang dahulu saya lewati semasa di kampus, membentuk karakter kita menjadi kelas karyawan. hanya porsi 2 sks tentang kewirausahaan dari 144 sks. padahal lapangan pekerjaan semakin lama berkurva stagnan, sedangkan kurva lulusan status mahasiswa melonjak dari tahun ke tahun. Akibatnya kami susah untuk berfikir kreatif dan memecahkan persoalan. 

4. Semakin menunda Kelulusan Semakin jauh Jodoh 

Ada ungkapan seperti di atas, apakah ini memang benar ;D

Nah disini persoalany yang saya temukan selama ini. Nah apakah kawan ada solusi dari masalah ini ? mari silahkan :D

Sumber
http://nasional.sindonews.com/read/1088256/15/mahfud-md-mahasiswa-sekarang-hanya-kejar-ipk-dan-cepat-lulus-1456392176

13 comments:

  1. sesudah lulus amlah pingin balik lagi kulaih, ngerasain acri kerja susah, he,he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan cari kerja. Ayo ciptakan karyamu. Hehe....

      Delete
  2. masalah cepat lulus atau tidaknya otu adalah hak dari masing2 mahasiswa.. namun kematangan dalam perguruan tinggi harus pula kita capai agar tidak kaku berada di masyrakat..banyak orang yang cepat lulus dan IPK bagus namun cenderung alergi ketika berhadapan dengan masyarakat.. ini juga dikarenakan kurangnya sentuhan dari dunia organisasi sewaktu kuliah. mungkin kata seimbang dalam akademik dan organisasi adalah perkara yang sulit namun bukan berarti malah tidak bisa dilakukan..
    btw keren tulisanya..keep write

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih om.. ini hanya sekedar uneg2 aja. Ketika kita di hadapkan pada realitas.. he he

      Delete
  3. Banyak yang bilang, bukan masalah lulus tepat waktu tapi lulus diwaktu yang tepat " im confused". Anyway, setuju banget sama tulisannya, terlebih lagi untuk poin ketiga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. entah lulus tepat waktu atau di waktu yang tepat, kalau tidak buru-buru, jodoh bakal di ambil orang :p

      Delete
  4. Ane juga ingin cepet lulus dan ingin kerja heheh...

    ReplyDelete
  5. Saya pernah mengikuti kuliah ketika sudah bekerja... Alhasil kegiatan kuliah justru membosankan ..karena pada jamannya tersebut masih aja kelihatan labil..niat kuliah terkadang seperti bukan cari ilmu..tp malah kayak nyari kenalan agar punya pacar.. Dan saya pun banyak menjumpai mahasiswa yg kayak gitu pada waktu itu...Akhirnya demi kebaikan..saya memutuskan untk berhenti kuliah...dan melanjutkan pekerjaan saya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga papa, yang penting selalu bersemangat dalam bekerja :D

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)