Kebebasan yang Kebablasan

بِسْـــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ

Assalamualiakum, alhamdulillah ya sudah di bulan maret, yaah minimal sekali dalam sebulan nulis, haha. mohon maaf karena masih bingung tema yang mau di tulis seperti apa, mungkin juga karena blog ini adalah berisi gado-gado tentang seorang afrizal dan cerita hidupnya, maka semua terserah yang nulis, walaupun pada akhirnya yang paling di minati pembaca adalah traveling dan gadget. Mengapa demikian, ini bisa di lihat lho di postingan paling populer harian saya di sebelah kanan. dari 10 posting yang nangkring selalu tentang traveling. Saya jadi kangen saat-saat traveling bareng he he. Untuk saat ini mungkin belum waktunya karena amanah Allah SWT atas si kecil jauh lebih besar dari pada keinginan saya bertraveling ria. Makanya kawan segera nikah, menyempurnakan separuh agama. ntar bisa naik gunung bareng anak istri lebih enak toh. dari pada baper melulu ke temen hikingnya  :D *lapkeringet



skip--skip

Post ini saya ingin berbagi mengenai kebebasan yang kebablasan, salah satunya adalah LGBT (Lesbian, Gay, Bisexsual dan Transgender). Di Indonesia yang mayoritas muslim KTPnya sebagian terpecah menjadi pro dan kontra. sebenarnya kaum LGBT ingin menuntut 3 hal dalam pemenuhan hak mereka sebagai warga negara. Tuntuntan kaum LGBT menurut @hartoyoMdn sebagai pembicara di berbagai media untuk membela hak kaumnya antara lain :
  1. Penghapusan diskriminasi seksual  secara inplisit memberikan keterangan bahwa keberadaan mereka ingin diakui dan dihormati menjadi bagian warga NKRI, tidak adanya diskrimansi berupa sikap, perilaku dari masyarakat lainya.
  2. pemenuhan hak-hak dasar secara inplisit memberikan keterangan bahwa keberadaan mereka ingin diberikan hak hak dasar seperti menikah sesama kaumnya, diakui di negara dan tidak dipandang sebelah mata dan lainya.
  3. perlakuan khusus secara inplisit memberikan keterangan bahwa keberadaan mereka ingin diberikan perlakuan istimewa (saya kurang paham apa yang mereka inginkan)
Disini saya tidak akan mengulas mengenai LGBT, saya ingin mengulas mengapa LGBT yang pemahaman impor dari barat membuat masyarakat kita bahkan ada yang pro mendukung secara jelas dan terang, bahkan asia tenggara menjadi sasaran penyebaran pahamnya, dengan dana yang begitu besar dari UNDP. Tujuan utamanya adalah komunitas LGBT dengan mudah bisa melaporkan pelanggaran atas hak asasi mereka. Tujuan lainnya, memobilisasi masyarakat hingga terwujud advokasi hukum serta mendorong perubahan kebijakan yang menjamin hak-hak LGBT sebagaimana laporan dari RO (sumber)

akar permasalahan adalah Indonesia yang menjadi bagian dari Asia tenggara telah sebelumnya terserang virus Liberalisme. Liberalisme dari kata liberal yang berarti bebas dan isme adalah paham. secara arti dapat disimpulkan suatu paaham yang menghendaki adanya kebebasan kemerdekaan individu di segala bidang, baik dalam bidang politik, ekonomi maupun agama. (sumber)

Menurut saya jika ingin menghindari sikap dari LGBT, maka sebaiknya kita harus membersihkan pikiran kita dari paham liberalisme ini.karena LGBT di Amerika yang seblumnya menolak keras dan hari- hari ini terdengar bahwa Amerika tumbang adalah karena pemahaman mereka tentang liberalisme, terjebak dalam pahamnya sendiri memaksa mereka menyetujui pemikiran tersebut. di lain waktu saya ingin mengulas sedikit mengapa Amerika melegalkan liberalisme di negara mereka. 

Nah kawan, mungkin sebagian dari kalian tidak memahami apakah termasuk orang yang terjangkit virus liberalisme atau bebas se bebas-bebasnya sampai kebablasan? berikut ini ini adalah 10 pertanyaan hasil seminar dari Dr. Adian Hosaini mengenai virus liberalisme. Pertanyaan nya adalah apakah virus liberalisme tersebut masuk dalam fikiran kita, baik disengaja maupun tidak ? silahkan di jawab dan di renungkan. mudah sekali pertanyaanya, berikan jawaban setuju atau tidak setuju bismillah semoga menjadi renungan kita bersama. 

  1. Meskipun saat ini kita hidup di dunia yang memegang nilai-nilai hak asasi manusia (HAM), tetapi kita tidak boleh meletakkan nilai-nilai HAM diatas ajaran-ajaran agama kita. [SETUJU/TIDAK SETUJU]
  2. Dalam sejarah manusia, Allah telah menurunkan berbagai agama kepada para Nabinya, seperti agama Yahudi (Yudaisme) diturunkan kepada Nabi Musa a.s, agama Kristen diturunkan kepada Nabi Isa a.s, dan agama Islam kepada Nabi Muhammad SAW. [SETUJU/TIDAK SETUJU]
  3. Umat Islam harus menghormati pemeluk agama lain serta berbuat baik terhadap mereka, sebab pada hakekatnya inti dari semua agama adalah mengajarkan kebaikan dan mengasihi sesama manusia; dan agama-agama diturunkan Tuhan untuk mensejahterakan manusia. [SETUJU/TIDAK SETUJU]
  4. Secara umum, agama - agama dapat di bagi menjadi dua, yaitu agama bumi (ardhi) dan agama langit (samawi). meskipun memiliki sejumlah perbedaan dalam ajaranya, Islam, yahudi dan Kristen adalah sama-sama merupakdan agama samawi, yang sama - sama merupakan pelanjut agama nabi Ibrahim a.s (abrahamic religion). [SETUJU/TIDAK SETUJU]
  5. Sebagai muslim saya yakin bahwa Nabi Isa a.s tidak mati di tiang salib (QS. 4.157), akan tetapi saya tidak boleh menyalahkan pendapat agama lain yang menyatakan bahwa Nabi Isa mati di tiang salib. sebab masing-masing agama memiliki standar kebenaran agama sendiri-sendiri. [SETUJU/TIDAK SETUJU]
  6. Sebagai muslim saya meyakini bahwa Tuhan hanya satu, tetapi soal penyebutan nama dan menyembahnya dapat ditempuh melalui berbagai cara sebagaimana yang diajarkan para nabi melalui berbagai agama yang mereka bawa. seperti agama Islam, Yahudi dan Nasrani. [SETUJU/TIDAK SETUJU]
  7. Islam adalah agama yang dinamis, progresif dan selalu berkembang serta berevolusi mengikuti dinamika sosial dan budaya. sebab sebagaimana agama-agama yang lain, Islam adalah ibarat bayi yang tumbuh dan terus tumbuh menjadi semakin tua dan matang. [SETUJU/TIDAK SETUJU]
  8. Puncak kejayaan peradaban Indonesia sebelum kemerdekaan 1945 dicapai di bawah kerajaan Majapahit yang berhasil menyatukan Nusantara di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Gajah Mada, sehingga Majapahit menjadi cikal-bakal atau pondasi terbentuknya NKRI. [SETUJU/TIDAK SETUJU]
  9.  Perlu dibedakan antara Al Qur'an dan Tafsir Al Qur'an, Al Quran adalah wahyu dari Allah yang mutlak benar. sedangkan penafsiran terhadap Al Qur'an adalah bersifat relatif karena berasal dari pemikiran manusia, sehingga munculah berbagai macam tafsir yang berbeda satu dengan lainya. [SETUJU/TIDAK SETUJU]
  10.  Kita harus membedakan Islam dan pemahaman terhadap Isalam, Islam adalah agama yang mutlak benar, sedangkan pemahaman terhadap Islam adalah produk akal manusia yang bersifat relatif dan memiliki kemungkinan salah. [SETUJU/TIDAK SETUJU]
Baiklah itulah tadi 10 pertanyaan diagnosa, apakah virus sekarepe dewe telah menjangkiti pikiran kita, virus ini datangnya halus sekali bahkan saya sendiri seringkali tidak menyadarinya. Jawaban saya tidak 100 persen benar akan tetapi beberapa poin masih salah karena saya sendiri ragu atas pertanyaanya apalagi jawabanya. he he

 Baiklah jawaban pertanyaan yang tepat diatas adalah :

  1. Jawaban yang tepat adalah [silahkan blok di samping ] --> SETUJU
  2. Jawaban yang tepat selanjutnya hingga akhir adalah [silahkan blok di samping ] --> TIDAK SETUJU 
nah lho. bagaimana kawan.. apakah sudah tepat jawabanya 100 persen. bila tidak demikian maka virus ini telah masuk ke pikiran kawan semuanya. 

Saya bukanlah seorang yang berkapasitas untuk membahasnya tetapi saya sekedar menyampaikan sedikit ulasan yang saya alami sendiri (renungan pribadi) mungkin bisa menjadi renungan kita bersama. di bagian akhir ada kajian dari Dr. Adian Hosaini yang sangat bagus, bisa di buffer di Youtube sebagai pembelajaran dan renungan kita bersama.









Lain waktu saya ingin membahas satu demi satu dari 10 pertanyaan tersebut. maghrib dulu.. :D




No comments

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)