212 Aksi Bela Islam jilid 3 di Mata Blogger

بِسْـــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ

Aksi 212

Assalamualaikum sob, alhamdulillah gw di beri kesempatan buat menjadi saksi sejarah untuk turun di aksi 212 ini. Perjalanan gw dari kantor sob. iyup ijin dari kantor telah keluar, dan lebih kece lagi kantor menginisiasi untuk turut serta ikut dalam aksi ini, semua akomodasi di tanggung kantor, ini bukan karena tulisan ane yang pernah ane tulis yah di 411 Momentum Persatuan Umat  100 persen bukan dari situ. Tetapi karena momen ini udah mengindonesia. Kalau di itung-itung usaha gw ga seperti temen-temen di Ciamis. mereka telah ngebuktiin jalan kaki dari ciamis jakarta. Keteguhan hati karena semua angkutan PO bus dilarang mengangkut mereka (link berita). kemungkinan polisi inisiatif untuk membatasi jumlah para aksi yang turut ke Jakarta. Namun apa yang terjadi ketika semua halangan menghadang, para santri ini telah ngebuktikan, hati mereka tak terbeli karena tak ternilai. ketika jalan kaki adalah pilihan, maka mereka lebih memilih berjalan kaki sobb. Bahkan ketika PO bus tersebut telah di ijinkan mengangkut dan menjemput, mereka tak goyah, ini sih urusan Izzah ya. 

 
Sebelum Berangkat


Gw jalan dari kantor (belain tidur kantor buat di jemput. Pukul 03.00 pagi kita jalan. dengan pikiran kalau-kalau nanti macet baliknya, kita parkir di daerah Bank BNI. Di jalan gw banyak nemuin bus- bus yang mulai merangsek masuk monas, beriringan dan saling sapa. mulai rasa persaudaraanya. rombongan kita membawa poster yang intinya, 


Cinta NKRI = Tegakan  HUKUM terhadap Penista Agama untuk Indonesia yang damai.

Pukul 06 kami telah tiba di monas, Syukur Alhamdulillah karena kemungkinan dalam beberapa jam ke depan Monas akan menjadi lautan manusia ketika shalat Jum'at tiba. 


Pukul 06.00

Fakta yang terjadi di Monas adalah loe ga bakal kelaperan, buanyak banget yang nawarin makanan, perlengkapan sholat, handuk, tiap langkah selalu ada yang menawarkan barangnya. and for all of this is FREE. 

Ramai antri menawarkan makanan
Lapak sebelah bilang kalau aksi ini di bayar per orang 500 ribu, info nyasar ini jelas bikin gw nyengir kuda,, ikikiki,ga ada yang di bayar karena semua datang dengan ongkos sendiri, ketika langkah kaki sudah terayun maka Allah SWT lah yang mencukupkan.

TIap 2 langkah ke depan selalu ada yang menawarkan
 
Para relawan sampai mengejar peserta Aksi untuk menawarkan makanan :D
Bersama temen kantor (gw yang motoin) :)
Rencana awal gw mau berangkat dari bekasi, karena kerjaan lagi banyak, akhirnya gw bareng di kantor, alhamdulillah kantor gw yang islami banget menyediakan segala perlengkapanya. 

Munarman MMI bilang jamaah yg hadir pukul 9.30 tidak diperbolehkan masuk monas. What.

Tenang bukan karena ricuh tapi jamaah udah penuh di monas dan jam 10.30 di kabarkan jamaah udah sampai cenpaka putih. Masyallah sob. Kebayang ga berapa orang..

Cek google deh seberapa lautan putih jamaah di monas, thamrin, sudirman sampai cempaka putih

Namun para syeikh, habaib berpesan jangan takjub, jadi ujub dgn jumlah yg banyak. Ingatlah kisah perang hunain ketika kalian takjub dengan junlah kalian..

Bukanlah menang yg menjadi prioritas, porsi kita adalah ikhtiar dan serahkan hasilnya kpd Allah SWT.
Justru prioritas kita adalah harus kembali kpd Alquran dan sunnah. Karena Allah telah menitipkan pesan melalui seorang yg tepat. Cukup 1 ayat agar kita kembali berduyun2 menghadiri majelis ilmu.. Rapatkan barisan

Jutaan mansia berpusat di Monas hingga Cempaka Putih
sedikit nasyid untuk aksi ini.


Bersambung :)


Sumber foto : dokpri, dan beberapa dari google

4 comments:

  1. Masya Allah .... luar biasa
    Aneh saja ada yang bilang aksi ini dibayar ckckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak, alhamdulillah menjadi saksi ikut dalam aksi ini

      Delete
  2. Sampeyan ikut ya cak? wah seneng bisa kesana, menurut sampeyan bagaimana dengan komentar bahwa ada yang dibayar dalam aksi ini. Gak bisa bayangin bagi-bagi duit ke orang sebanyak itu. Habis berapa, dan sekaya apa yang mau beri duit? heran saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya cak, ya tiap orang berkomentar karena berdasarkan ilmu, pengalaman, background nya. mungkin yang komentar "dibayar itu" ya memang kamus dalam kepalanya "kalau mau mengumpulkan orang ya harus bayar" tidak ada opsi lainya. he he

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)