Pengalaman Saat Muncak Pertama, Alay dan bikin Ngakak Part. 1

بِسْـــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ


Saat Menuju Pos 2
Gunung Welirang, sesuai namanya (belerang dalam bahasa jawa) adalah gunung aktif yang ada di perbatasan Malang-Mojokerto Jawa Timur.

Mungkin saat ini kegiatan naik gunung sudah tidak asing lagi kawan. gimana sih seru, kocak, dan alaynya kebangetan. Saat berberes folder-folder di komputer ditemukanlah kelucuan ini yang ingin aku share. kalau tidak salah waktu itu sekitar tahun 2007, tahun ke 2 di masa perkuliahan. Kami ber 6 melakukan kenekatan  ini, bermula dari salah satu teman kami bernama glewo (bukan nama sebenarnya) yang memiliki rencana untuk jalan-jalan dan diputuskan ke gunung welirang. Hanya karena si glewo ini yang paling tau jalanya.

Rata-rata kami belum pernah melakukan penanjakan sama sekali, Gunung Welirang yang terletak di sekitaran kota Malang termasuk gunung diatas 3000 meter. dan kami tidak pernah menanjak setinggi itu sebelumnya. Glewo dengan percaya diri berujar gampang wes tak duduhno dalane. Kami persiapkan berangkat 2 pekan setelahnya.

1. Ga Cukup Persiapan 

Gunung Welirang termasuk gunung yang ketinggianya lebih dari 3000 m, status sampai saat ini masih aktif dan di komplek gunung welirang di kota Malang terdapat : Gn. Arjuna (3339mdpl), Gn. Welirang (3156mdpl) Gn. Kembar 1 (3051mdpl), Gn. Kembar 2 ( 3126mdpl), Gn Ringgit (2477mdpl). Gunung diatas 3000 mdpl tapi kami kayak mau nanjak bukit aja, baju seadanya, alas tidur ambil potongan papan pengumuman berbahan karet di Kesekretariatan Himpunan. Celana Levis menjadi andalan oleh beberapa teman. Sama sekali tanpa persiapan
Susanana Sebelum Berangkat dari Kontrakan
Kiri ke Kanan : Kelik (tidak ikut) , Aku, Syamsul, Bagus (Numpang foto), Dino, Glewo, Madko

2. Cerita di Pos 1 Pet Bocor- Di Tipu Glewo

Dari Surabaya kami naik bus jurusan Malang, turun di terminal Pandaan dan ganti kendaraan (angkutan desa) warna putih jurusan Tretes. Semua ini atas bimbingan mat glewo yang baik hati. kendaraan kami melaju dengan penuh semangat, baru aku paham ternyata banyak jalur menuju gunung welirang salah satunya adalah melalui tretes. Sampailah kami di basecamp pertama. terletak di seberang hotel tanjung. Sepertinya dulu belum ada perijinan atau aku lupa. he he, yang jelas setela itu kita berjalan mengikuti aspal di kanan kiri tumbuh banyak pepohonan Dari pintu ini jalanan sudah rapi dan sudah di semen. 

Terengah-engah kami akhirnya sampai juga di pos pet bocor, kaget juga ternyata cukup bikin ngos-ngos-an. apalagi aku tanpa pernah latihan naik gunung dan beban tas ini makin berat karena menyiapkan air minum untuk 5 orang. Ceritanya mereka tidak cukup tas untuk membawa minum, hanya keperluan baju saja, walhasil aku lah yang membawa. Pet Bocor sebenarnya di bilang pos 1 sepertinya bukan. Kenapa di sebut Pet bocor, berasal dari pipa-pipa penyalur air dari mata air sampai bawah bocor di suatu titik nah titik inilah dinamakan pet bocor. di pet bocor sekitar jarak 50 meter terdapat air terjun kakek bodo. di pet bocor juga terdapat warung, dan juga bisa menyiapkan air minum sebagai persiapan untuk mendaki.

"Wes rek aku eruhe sampe pet bocor tok nganan titik iku air terjun kakek bodo, aku biyen nang air terjun tok". 
"Lah, trus pie iki ape munggah kok eruhmu cuma sampe pos bayangan thok." kataku kaget
"Pokoke melu dalan setapak ae terus munggah, ngko ketemu puncak rek, opo sampe kene ae trus kene nang air terjun kakek bodo trus muleh ". Ungkap Glewo sambil kipasan duduk. 
Kami yang masih berdiri ga percaya secara bersama-sama 
"Jangkrik kon wo, ngapusi jare weroh dalane saiki ngglembosi sampe kene ae. wes pokoke kon kudu melu sampe puncak. wes kadung tekan kene". Serentak kami tarik lengan malas glewo dan mendorong untuk naik ke puncak Welirang. 

Akhirnya kami memutuskan untuk berangkat dan melanjutkan perjalanan yang bikin sebel dan ketawa ini.

3. Salah Jalan menuju Pos 2

Menuju Pos 2 

Perjalanan dimulai kembali, jalanya berbatu dan tertata, dan semakin naik bebatuanya semakin ala kadarnya, tidak seperti di pos awal tadi (kami sebut pet bocor) yang tracknya dari semen cor.  pemandangan di kiri kanan berjajar ilalang yang mengering seperti kekurangan air. sedikit-sedikit  kami istirahat karena memang tak ada persiapan sama sekali, bersyukur kami terus berjalan karena dengan berjalan hawa dingin gunung tidak begitu terasa. 

Dua orang diantara kami sepertinya saling mendahului dan berkejar-kejaran, sering juga memotong kompas sehingga setelah beberapa kelokan bertemu mereka dan pamer dengan bergaya "lama kali kalian ni, awak udah ngantuk terlelap". khas gaya melayu syamsul. Sedangkan tak jauh dari sana tergeletak diatas rimbunan ilalang madko dengan kepala tertutup topi lapangan, madko ini diantara kami memang banteng, tenaganya yang besar dan badan yang kekar berotot bukti latian fisik, doi memang aktif di PSHT kampus ITS. 

Setelah cukup beristirahat kami lanjut berjalan, syamsul dan madko unjuk kebolehan terus dan kami tak ubahnya seperti panitia perlombaan saja. di tikungan terakhir alhamdulillah telah nampak pos 2 (kop-kopan). Kami hanya ber empat tanpa syamsul dan madko. 
"Nang ndi arek loro iku ?" tanya Dino
"Paling yo wes tekan karo keturon". jawab glewo
Kami mencari tempat buat sedikit membaringkan badan, sembari melihat sekeliling tak terlihat syamsul dan madko. Selesai istirahat tak kurang dari 10 menit kami lantas mencari mereka, pikir saya mereka pasti sudah duluan ke pos selanjutnya tapi tega banget meninggalkan kita yang tak tau arah. 

30 menit berlalu dari arah kejauhan datanglah mereka nampak habis perjalanan jauh dan barusan tiba. Tanpa memberikan kesempatan memberikan cerita. 
"Tekan ndi kon, kok lagek mrene. Tak pikir budal disik nang pos 3".Pertanyaan sebal dan penasaran jadi satu. 
"Sek tak ngombe sek. dengan tergesa minum dan melonjorkan kaki mulai lah mereka cerita. 
"kene mau nyasar, salah jalan, mbrasak. soyo suwe koyoke tambah adoh tekan dalan utama. dalane tambah cilik trus tandurane makin rapet, dalan watu wes ga onok. akhire kene mbalik maneh dalan mau karo ngapali dalan sing mau. 

Sementara madko berusaha menjelaskan, syamsul sepertinya sudah tak kuat lagi bicara. dan kami bertiga menjawab kompak 

"SOKOOOOR". 

Waktu menunjukan pukul 16.00 kami mulai kelaparan dan sesegera kami memasak, menurut saya kesalahan yang kami lakukan adalah semua hanya membawa mie instan sedangkan kelompok lainya membawa berbagai macam menu yang lengkap, nasi, lauk pauk. kami bersantap dengan semangat namun hanya dengan mie saja membuat kami kehausan sepanjang jalan.


[Bersambung dulu ya] 

4. Berangkat Malam ke Pos 3 Bersama Kakak Pembina Pramuka








2 comments:

  1. Pengalaman menarik mas, munggah gunung bareng.... Salam tuk mat glewo, wkwkwkwk

    ReplyDelete
  2. mantap mas

    ada tips mas buat persiapan nanjak. hehhe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)