Menikmati Hutan Mangrove dan Bekantan di Balikpapan




Ternyata Di kalimantan yang terkenal dengan kota minyak menyimpan ragam fauna yang langka dan dilindungi. Bekantan adalah sejenis kera dengan warna coklat dan hidung mancung, orang menyebutnya Kera Bule. Merupakan satwa yang dilindungi dan habitat asli tersebar di Borneo (Malaysia, Brunai dan kalimantan). 

بِسْـــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ

Pagi itu sekitar pukul 10.00 WITA (Waktu Indonesia bagian tengah) langit balikpapan terlihat berwarna biru cerah.  Pertama kali kesini balikpapan merupakan kota yang ramai dengan sumber daya minyak. Menurut penduduk sekitar, di tahun 70 an terjadi pembangunan besar-besaran kota balikpapan, berbagai macam perusahaan minyak berdatangan. Saat ini penghuni lokal disini sepertnya sudah berbaur dengan pendatang, banyak diantaranya telah lahir di balikpapan namun orang tua berasal dari luar Balikpapan. Tutur beliau, masyarakat pendatang terbanyak berasal dari Pulau Jawa.

Transportasi cukup mudah di Balikpapan, Terdapat angkot di sudut-sudut kota di balikpapan. Namun ketika akan berkunjung luar kota balikpapan, sepertinya belum tersedia. Alhamdulillah Taxy online cukup banyak di kota Balikpapan. Se-enggaknya kita tidak perlu khawatir jika ingin menyusuri pedalaman balikpapan.


2 hari di Balikpapan menurut saya kurang untuk menjelajah kota ini. Mengunjungi hutan mangrove di hari ke 2. Rencana dadakan ini tidak terpikir sebelumnya, Alhamdulillah Saudara di Balikpapan mengajak saya untuk mengunjungi hutan mangrove, dan dapat bertemu bekantan, iming beliau kepada saya. Terkesan dengan penuturanya langsung bersiap untuk berangkat. Dalam benak saya, hutan mangrove terbaik selama ini adalah Hutan Mangrove PIK Jakarta. Walau tidak begitu alami, namun cukup menjadi rujukan bagi para pecinta alam. Antusias untuk segera berangkat di konservasi Mangrove di Balikpapan dengan melihat aneka ragam mangrove dan bekantan.


Kami berangkat pukul 08.00 pagi. Rencana kami adalah mangrove di graha indah. Dari informasi di internet. mangrove di Balikpapan ada 2 yaitu margomulyo dan graha indah. Margomulyo sebenarnya sangat dekat dengan rumah keluarga saya. Namun kita menuju Graha Indah. Perjalanan 45 menit menggunakan taxy online. Sesampainya di Graha indah jumlah kami bertambah menjadi 8 orang. Ternyata saya punya saudara juga di Graha Indah.




Graha Indah sebenarnya adalah perumahan, di belakang perumahan inilah letak kawasan konservasi alam hutan mangrove tersebut. Kami berangkat pukul 09.00 Pagi. Sesampai di lokasi nuansanya berubah dari perumahan menjadi hutan, di sekeliling rimbun daun-daun mangrove, terawat dan bersih untuk hutan mangrove ini.  Alhamdulillah tidak ramai di lokasi. Menurut Penuturan penjaganya kebanyakan yang datang adalah turis asing maupun pelajar yang memang ingin melihat dari dekat komunitas bekantan yang ada di Hutan Mangrove ini. Di Mangrove Graha Indah ternyata tidak seperti di PIK yaitu susur sungai kecil sehingga kami menggunakan kapal motor.




Kapal motor kami mulai berjalan menyusuri tepian rawa, Di sebelah kanan dan kiri rimbun pohon mangrove. Akar-akar kuat mencengkram dasar rawa, Ekosistem seperti inilah yang membuat kami takjub karena dengan mangrove maka habitat bekantan akan datang dan betah untuk tinggal di sini. Cahaya matahari masuk melalui dahan dan daun mangrove. Saya melihat lebih dari satu jenis mangrove yang hidup di ekosistem ini.




Lepas dari tepian rawa kecil terhubung ke sungai yang cukup besar kami menyusuri sungai dan melewati Somber, Ini adalah bekas pelabuhan kapal yang sudah tidak terpakai. Somber ini merupakan tempat memancing favorit, karena terdapat 3 pipa yang menyebrangi sungai, Istilah masyarakat sekitar jembatan 3 Pipa, Pipa Milik pertamina konon telah ada semenjak kemerdekaan atau bisa lebih tua lagi. Menariknya Support Pipa nya terbuat dari Kayu Ulin (khas Kalimantan), saya berkeyakinan, pipa ini sejak jaman Belanda. Hingga Kini penopang pipa tetap gagah walaupun terendam oleh Air. Jika Punya Keberanian lebih, cobalah memancing di atas 3 pipa ini papsti sangat mengasyikan, Jika beruntung, pemancing akan bertemu dengan Bekantan si Kera emas. 



Disekitar Somber terdapat galangan kapal yang masih aktif. Galangan Kapal ini dipindahkan lantaran mengganggu aktifitas habitat bekantan. Salut buat penggiat Alam menyelamatkan Habitat hewan yang langka. di Sisi sebelah luar Somber kita dapat melihat kapal parkir dengan ukuran yang lumayan besar, dari ukuran kapal tersebut, dapat kita perkiraan dalamnya sungai di bawah lebih dari 20 meter.

www. Mongabay.com
Setelah belokan kesekian, kami mendengar suara unik dan melihat sosok bekantan sedang lari menjauh dari sungai. Tancap gas tidak mau ketinggalan momen, saya mengeluarkan camera, namun sayang si hidung panjang telah pergi jauh dan langkahnya tertutup dedaunan pohon. Cukup mendengar dan melihat saja kali ini. Insyallah Suatu saat saya akan datang kembali dengan kesiapan yang lebih baik. Menurut penuturan Driver kapal, Waktu yang tepat untuk melihat Bekantan adalah pagi sebelum jam 07.00 WITA dan sore sebelum pukul 18.00 WITA.




Betapa ketika ekosistem yang berharmoni membuat mata ini berbinar untuk terus bersyukur kepada Allah SWT. Semoga selalu terjaga. Keindahan Hutan mangrove ini tidak serta merta pemberian Allah SWT. Cerita warga sekitar termasuk saudara saya asli orang banjar, di tahun 70an terjadi booming industri karena dengan ditemukanya sumur pertama Mathilda  (Nama dari Belanda) ditemukan pula sumur lainya disekitar Balikpapan. Dengan Booming Industri di Balikpapan sehingga merusak mangrove karena pengalihan bibir sungai menjadi industri (galangan, Pelabuhan dan lainya) secara otomatis merusak habitat Bekantan membuat sebagian warga melakukan gerakan rehabilitasi hutan mangrove. Semenjak 10 tahun lalu, sedikit demi sedikit  oleh Pak Agus Bei (pelopor gerakan penanaan mangrove) hingga meluas dan melibatkan masyarakat. Saat ini lokasi hutan mangrove mempunyai luas sekitar 1.8 Hektar. 

Gimana Liburanmu Berkesan? 

Sumber: 
1. balikpapanku.id/hari-jadi-kota-balikpapan-berasal-dari-pengeboran-sumur-minyak-mathilda/
2. https://gpswisataindonesia.wordpress.com/2015/08/11/hutan-mangrove-center-kariangau-graha-indah-balikpapan-kalimantan-timur/
3. www. Mongabay.com

21 comments:

  1. Wah para penggiat alam disana pada keren, salut buat mereka yg bahkan bisa merelokasi industri!

    Ah masih banyak deadline akhir tahun, jadi belum liburan dan belum ada kesan wkwkwk

    ReplyDelete
  2. super banget dah panorama Kalimantan mah apalagi Hutan Mangrove dan Bekantan yang ada di Balikpapan mah pasti makjleb dah

    ReplyDelete
  3. Aku waktu kecil lihat bekantan di buku aja, buku mewarnai kalau nggak salah, sekarang di foto. Makin penasaran pengen lihat langsung..he

    Btw, asik juga ya, perahuan sembari melihat pemandangan..he

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup betul mas, selain wisata juga menambah wawasan.

      Delete
  4. Alhamdulillah berkesan liburan saya kali ini, tapi pengalaman Bekantan pasti lebih seru ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. APapun adalah seru kalau kita menyukainya, ya kan..

      Delete
  5. Menuyusuri hutan mangrove, berperahu, memang mengasyikan ya Mas...
    Saya sudah 2 kali menyusuri hutang mangrove di Muaragembong, Bekasi. Benar2 menyejukan jiwa dan raga. Apalagi dikawasan Muaragembong ada masjid yg konon peninggalan para wali, namanya masjid Alam Blacan. Saya pernah tuliskan ttg ini di blog saya.

    Salam dari saya di Sukabumi,

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah saya malah belum pernah, orang bekasi malah kurang tau tempat2 asyik nih. trims pak, nanti saya coba explore di bekasi

      Delete
  6. Hutan mangrove selalu menjadi tempat yang menarik untuk dijelajahi setiap keindahannya..
    Tulisannya benar-benar bermanfaat 😃

    ReplyDelete
  7. Iya di Graha indah ini ada Mangrove Center, kalau beruntung sekitar jam 6 sore bisa lihat bekantan. Saya aja baru sekali menyusuri airnya, gak puas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga puas kenapa? ga bisa liat bekantan kah? iya kalau ada rencana ke kalimantan lagi, saya harus prepare yang lebih baik.

      Delete
  8. Di pohon dan airnya ada binatang melata gak, sih? Saya penakut :D

    ReplyDelete
  9. Belum pernah ke yg Graha Indah euy, lumayan juga kliatannya. Saia pernah yg Mangrove Margomulyo aja, udah lama banget sih. Di Margomulyo gak pake perahu (dulu sih, gak tau skrg), tp semua sudut terjangkau oleh jembatan-jembatan kayu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Margomulyo ada dengan jembatan dari papan kayu kalau kita ingin berkeliling, kalau di graha Indah ini lebih jauh jangkauanya sehingga perlu kapal motor untuk menelusuri tiap sudutnya. coba deh :)

      Delete
  10. Suka kalau wisata ke tempat alam kaya gini

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)