Tips Menampilkan Dimensi dengan Fitur SACS



Membuat Dimensi seperti animasi diatas cukup mudah, Dimensi ini sebagai tambahan gambar dalam hasil laporan kita terkait studi terhadap sebuah struktur, Gambar diatas hanya sebagai ilustrasi saja 😊. 

بِسْـــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ

Sedikit berbagi tulisan terkait bidang kerja saya. Kali ini saya ingin menuliskan tips cara menampilkan dimensi pada permodelan struktur SACS. SACS kepanjangan dari Structural Analysis Computer System. Untuk lebih paham simak di | ulasan ini |. Mohon maaf buat kawan-kawan setia yang mampir di blog saya dan kurang paham post kali ini, karena postingan ini saya khususkan sebagai catatan pribadi (jika suatu saat nanti terlupa) dan mungkin bermanfaat buat temen-temen di bidang kerja yang sama. Di SACS terdapat fitur  di Fitur SACS 5.3 ke bawah, fitur ini belum ada, sehingga dalam pelaporan biasanya saya screenshot dan membuat dimensi sendiri. Namun dengan kehadiran fitur ini membuat pekerjaan lebih cepat selesai. Berikut ini tahapan-tahapan cara untuk menampilkan dimensi pada program SACS. 

1. Membuat Joint


Buat lah sebuah titik (joint) seperti di bawah ini (X,Y,Z). Penjelasan mengenai sumbu koordinat cartesian dapat melihat di | post ini |


                     (X,Y,Z) 

Joint 0000 = 0,0,0
Joint 0001 =  0,10,0
Joint 0002 = 10,10,0
Joint 0003 = 10,0,0

dengan command : Tab Joint > add



2. Membuat Member 

Yaitu menyambung member dari 2 titik joint. sambungkan joint 0000-0001, 0001- 0002, 0002-0003, 0000-0003.

command : tab member > add


Setelah semuanya tersambung bisa terlihat seperti ini



3. Joint Fixity

Selanjutnya kita mendefinisikan fixitiy pada setiap joint, kita anggap pinned, pada SACS Joint Fixity pinned di definisikan sebagai "111000"

command : Tab joint -> Joint Properties



4. Mendefinisikan Material


Selanjutnya kita definisikan material, misalnya saja saya membuat Hbeam 300 


Command : Tab Property -> Member Group -> Isikan HB1 -> Add 



Isikan properti pada H300 (permisalan saja) sebagai berikut :
width = 30 cm
Flange thickness = 1.5 cm
Height = 30 cm
Web Thickness = 1cm
jika sudah disisi klik Apply

Disamping itu akan muncul isian untuk material dibawah ini sebagai permisalan saja 
Modulus Elastisitas (Young) = 20000 kN/cm2
Yield Strength  = 24.8 tonne/m3
selanjutnya Apply 




5. Assign Material
Assign Material adalah memilih member mana saja untuk kita assign sesuai dengan material yang telah kita definisikan. 

command : Tab Member  -> Member Properties -> pilih member 



Selanjutnya buat semua member kita assign sebagai H300       

               


6. Loading dan Load Combination


Untuk loading dan load combination kita abaikan karena kita fokus hanya pada bagaimana menampilkan dimensi saja

7. Analysis Generator (File Run)


Selanjutnya kita definisikan Run file (file run supaya model yang telah kita buat dapat di analysis program. 




Setelah selsai dan save klik run analysis 




8. Buka Hasil Analysis 

Setelah selesai Running analysis  selanjutnya Buka file Psvdb





9. Melihat Model pada Plan Area

Untuk memperlihatkan dimensi, display model harus menampilkan plan area, tidak bisa dengan iso metrik.

command : tab display -> Plan  -> Isikan seperti di gambar dan apply 



Tampilan Plan pada cartesian X,Y adalah seperti gambar di bawah ini 





9. Membuat Dimensi pada model Plan Area

Setelah selesai selanjutnya kita membuat dimensi terhadap model

Command : tab display -> User Dimension/Label

isikan tampilan seperti dibawah ini



first Joint = klik di joint pertama
second joint = klik di joint ke 2
offset length = atur jarak dimensi terhadap gambar
dimension = secara otomatis akan terlhiat panjang

Setelah dibuat dimensi nya maka tampilan akan seperti di bawah ini. mudah kan


Nah untuk lebih memahami, Kawan bisa membuat dimensi berbagai macam model. Semoga post ini bermanfaat, jaya terus Engineer Indonesia. Wassalam.. 

15 comments:

  1. ini ndaan model2 kaya aplikasi autocad gtu??

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, autocad untuk draft buat pegangan orang lapangan untuk menggambar, dan gambarnya mengacu dari hasil analisa diatas. Trims sudah berkunjung :)

      Delete
  2. waduh saya kurang tahu ilmu ini gan.. tapi thanks ilmunya.. jarang2 ada blogger sharing ttg tutorial seperti ini

    ReplyDelete
  3. Nak tanya, mana lebih baik antara SACS dengan Ansys? Kawan saya guna Ansys untuk structural analysis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hay kak naziman, salam dari Indonesia.

      SACS dan Ansys punya keunggulan dan kekurangan masing-masing,

      keunggulan SACS :

      - di buat khusus industri minyak dan gas secara umum, walaupun bisa digunakan untuk analisa struktur lainya, seperti building jembatan
      - wellknown dipakai industri minyak dan gas
      - pendekatan secara global analysis

      Keunggulan Ansys : leibh unggul pada Finite element Method untuk melihat analisa struktur lebih detail / element

      Kekurangan Ansys :
      - harganya mahal biasanya hanya untuk research
      - Memerlukan perangkat komputer dengan spesifikasi tinggi dan pada kasus tertentu sangat lama running programnya.

      saya biasa pakai untuk global analysis menggunakan SACS, sementara untuk local analysis menggunakan FEM (semisal Ansys)

      Delete
  4. Saya benar-benar bingung membahas tentang apa. Tapi lumayan nambah pengetahuan, rupanya ada juga pengetahuan seperti ini.. Oalah, gue gue ....

    ReplyDelete
  5. kalo ini mah anak teknik beneran.. kece dah..
    saya yg awam kga begitu mudeng dg ilmu teknik. memang butuh analysis tingkat tinggi..
    sukses bang...

    ReplyDelete
  6. Keren,......
    Untuk dapat master programnya dmn mas?

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)