Menyiapkan Mental Nak Lanang Sunat



"Filaz mau sunat.. Filaz mau disunat". sambil tersenyum ke semua orang

بِسْـــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ

Maret ini Insyallah anak kami akan berumur 3 tahun. Hadiah terindah yang Allah berikan kepada kami ternyata keberanian Firaz untuk sunat. Saat saya menulis ini, Tepat tanggal 16 February alhamdulillah telah melaksanakan perintah Allah. Tentu bukan secara tiba-tiba anak kami berani, beberapa bulan sebelumnya istri telah memberikan banyak pengertian ke firaz. Bahkan saya sebagai suami heran, bagaimana cara supaya anak memahami sampai akhirnya memutuskan berani bersunat.

Beberapa bulan sebelumnya Firaz yang baru pandai bicara ini selalu berkata ke semua orang termasuk orang yang baru di temuinya.

"Filaz mau sunat.. Filaz mau disunat". sambil tersenyum ke semua orang
"Ayah, Filaz mau disunat, hebat kan". sambil bangga
"Ayah, Filaz  berani disunat. sambil nyengir

Jawaban saya selalu insyAllah sambil melihat ibunya dengan harapan akan medapatkan jawaban, apakah ini serius ?

Memang keinginan kami adalah segera bersunat setelah bisa pup di kloset sendiri, bukan karena sakit (firaz tidak ada masalah pada kulupnya) namun karena saya fikir, tidak ada bedanya nanti setelah bersekolah dasar maupun sekarang, tetaplah harus dijalanani proses ini. Sakit nanti ataupun sekarang adalah sama. Namun pertanyaan saya yang selalu saya ajukan ke istri, Firaz bener mau? dia tau sunat itu apa? sakitnya gimana?

Jawaban istri yang menenangkan :"Insyallah". Walaupun setiap saat ketika Firaz bilang mau sunat saya selalu menanyakan ulang, "apakah ini serius?".

Namun sebagai kepala keluarga, saya tetap memutuskan persetujuan sunat ini, bisa iya bisa juga di undur. Awalnya masih ragu karena pengalaman saya dahulu kurang menyenangkan dari mulai ke puskesmas, ketika tidur di tempat tidur puskesmas khas bau alkohol 70%, melihat jarum suntiknya, waktu di suntik biusnya, waktu menggunting kulupnya, proses jahitnya sampai pasca sunat itu sendiri, total 2 pekan saya sakit tak tertahan. Waktu itu saya tidak ke dokter tapi ke pak mantri, mungkin karena saya sudah bersekolah SD, mengakibatkan kadar biusnya tidak mempan. pada saat proses potong kulup, seperti tidak di bius, sakit bangeet. haha.

"Ayah, Filaz berani disunat yaa".
Setelah beberapa hari pernyataan-pernyataan ini keluar ketika bertemu firaz, membuat saya harus tahu alasan dari firaz sendiri, saya pun bertanya kepada nak lanang ini.

"Firaz tau apa itu sunat.. ?", tanyaku memastikan.
"Sunat itu kaaan ituu gini.., ke umah akiit, atu bubu' ,tlus di pliksa doktel, di suntik tlus tig tig, sudah sunaaat. gituuuu. alhamdulillaah. dengan gayanya yang senyum memesona menjelaskan

Saya kaget dalam hati, nak lanang ternyata sudah tau proses-proses cukup detil dan jelas. Saya ajukan pertanyaan lagi
" nanti di suntik lho, sakiit".

"sakiit tapi nanti filas jadi anak sholeh, bisa jadi imam". ujarnya dengan semangat. sekelebat flashback ketika saya ingin disunat bukan karena anak sholeh tapi karena malu sama teman-teman. 😊 Dahulu Firaz sudah pernah di jahit di tangan, lantaran sobek terkena pecahan kaca saat bawa piring dan jatuh. Saya sedikit lebih yakin ditambah lagi pengalaman suntik balita yang di canangkan pemerintah. 




Akhirnya saya mencari referensi tempat sunat terbaik. Berputar-putar cari referensi, istri menemukan lokasi terbaik bukan di rumah sakit tapi di klinik khusus sunatan, lokasi ini paling dekat dari tempat tinggal kami di bekasi.

"Apa ga pakai dokter ?" tanya saya kepada istri.

"Di klinik sunat itu ada dokternya, yang menangani juga dokter, sekarang ini sunat punya klinik sendiri, tidak harus ke rumah sakit, Insyallah 5 hari sembuh, nanti kita pakai metode konvensional yaitu gunting saja, bukan klamp ataupun laser". Jawab istri meyakinkan

akhirnya saya iyakan karena istri begitu antusias dan meyakinkan menjawabnya. di tempat tersebut tidak ada klamp dan laser, jikapun ada namun lokasinya jauh di Jatiasih sekitar 10 km dari tempat kami. dan nanti kalau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, memakan waktu lebih lama perjalananya, sebaiknya di lokasi dekat rumah saja.

Beberapa hari sebelum proses sunatan, nak lanang masih terus menyanyi lagu kebanggaan berani sunat, dari sini mulai kekhawatiran muncul. Mulai banyak pertanyaan yang tiba-tiba muncul di kepala, Bagaimana kalau waktu hari H nak lanang tidak mau sunat, bagaimana ternyata sakit, bagaimana ternyata nanti anak ga mau makan, bagaimana kalau menangis terus menerus dan tidak berhenti. Tega-kah melihat anak kecil nangis disunat. Pertanyaan seperti itu harus saya jawab dengan bismillah, niat karena perintah Allah dan Rosulnya. Sunat termasuk syariat islam, adapun kekhawatiran itu cuma keraguan hati, dan datangnya dari Syaitan. Kami niatkan bismillah karena Allah SWT, beri kesabaran dan ketabahan untuk Firaz dan gantilah tiap sakitnya dengan keshalihan pada nak lanang. amiin.

Pada hari H kami siap-siap untuk berangkat di tempat khitanan, Firaz siap dengan baju gamis panjangnya. seperti telah siap untuk di khitan. sampai di lokasi kami mendaftar dan dapat nomor urut 5. Alhamdulillah nomor urut 1 sampai 4 adalah kelas VIP jadi beda ruangan. karena saya khawatir saat disunat nanti peserta nomor 1-4 terlihat menangis dan dapat menjatuhkan mental nak lanang yang sudah siap untuk sunat.



Tiba giliran firaz yang disunat, ujian kali ini datang bagi saya.
"Filaz mau pulang saja, filas ga mau di sunat."
Saling pandang saya bersma istri mungkin jika sendirian tanpa istri, pertahanan saya runtuh dan pulang.
Alhamdulillah Firaz di beri penjelasan oleh ibu,
"Firaz, sunat perintah Allah, Firaz tau nanti sakit, tapi insyallah sakitnya akan diganti oleh Allah dengan firaz yang semakin sholeh. sabar ya firaz

Alhamdulillah hari ini saya belajar banyak tentang mempersiapkan mental anak lanang ini, umur 3 tahun telah berani sunat, hingga tau prosesnya dalam sunat. Sedikit tips dari kami yang mungkin berguna buat kawan semua yang punya anak lanang.

1. Memberi pengertian tentang sunat
Istri memberi pengertian secara terus menerus tentang sunat, bahwa sunat itu adalah perintah Allah.

2. Memberi tontongan anak sunat
Istri juga memberikan tontonan sunat seperti menonton  upin dan ipin dengan tema sunat, ini sangat berpengaruh terhadap si anak, semua gaya ucapan di tiru firaz. visualisasinya di tangkap dengan baik oleh anak. karena umur balita adalah waktu merekam terbaik.

3. Memberi teladan tentang sebuah tanggung jawab
Saat balita, orang terdekat pertama adalah ibunya, dari Ibu didapatkan rasa nyaman, ketentraman, dan kenyamanan. Sedang keberanian di teladankan oleh ayah, Ibu selalu mengutarakan hal tentang keberanian, kekuatan, tangguh, adalah sosok ayah. Kadang saat bersama istri dan anak, istri berkata, "ayah sudah sunat kan ya, ayah bisa jadi imam sholat karena udah sunat ya." kata istri
"iya benar, kalau sudah sunat bisa jadi imam shalat" jawab saya.

4. Memberi pengertian tentang  resiko
Ketika nak lanang sedang ingin bantu kami mengangkat atau mendorong lemari yang berat, saya mulai memberi pengertian, firaz, ini berat biar ayah saja, nanti bisa bantu ayah kalau sudah sunat ya. mungkin tak puas tapi nak lanang berfikir kalau sudah sunat jadi kuat dan bisa membantu ayah.

5. Memberi reward atas sebuah keberanian
Firaz nanti setelah sunat mau di panggil apa? Mas atau adik ? jawabnya selalu "Mas Filas" katanya. nanti ayah panggil firaz dengan "mas firaz" kalau sudah sunat yaa. reward ini sangat berarti bagi nak lanang karena dengan panggilan mas membuat nya tidak seperti anak kecil lagi.



Itulah sedikit cerita keluarga kecil kami dalam menyiapkan mental nak lanang sunat, sebenarnya bukan hanya si anak, tapi orang tua juga utamanya si bapak yang menjadi kepala keluarga, tauladan sebagai seorang laki-laki. Cara diatas bisa dengan mudah di praktekan. semoga bermanfaat. Oh iya semua tips ini dari istri yah, kalau saya iya iya saja. he he. Faktanya Firaz nangis dari mulai proses sampai penyembuhan juga menangis, obat bius manapun tak mempan selain membuatnya tenang di pelukan ibu dan 1 cup ice cream kesuakaanya.

45 comments:

  1. Setuju dengan semua poin di atas. Dulu aku malah ngebet pengen sunat, Mas.
    Alhasil kelas 2 SD baru sunat..he
    Temenku malah baru lahir langsung sunat :)

    ReplyDelete
  2. Subhanallah kang, hebat banget ni kang keluarga bisa mendidik anak sampai berpikir bahwa sunat itu sesuatu yang disukai Allah. Terkadang kan banyak orangtua juga yang tidak terlalu peduli tentang sunaht di usia dini. Media upin ipin tentang sunat juga sangat berpengaruh ya pada kepribadian anak. Semoga anak lanangnya semakin soleh ya kang Amiiiin ya robbal alamin

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, saya rekomendasikan upin - ipin sebagai media kartun islam pertama dan terbaik, walaupun masih ada abang saleh, tapi manfaat lainya banyak

      Delete
  3. Alhamdulillah, Firaz hebat ya. Usia 3 tahun sudah berani khitan. Sehat-sehat selalu ya, dek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tetep nangis sih, dan kalau sakit meracau,, karena masih balita, meracaunya jadi lucu

      ayaah tolong kamii..

      Delete
  4. Berani juga ya, umur 3 taun disunat. Memang betul sih, mau sunat sekarang atau nanti, rasa sakitnya tetap sama. SElagi sudah mampu dan anak berminat, ya kenapa gak?!

    BTW, itu bapaknya kok kuat amat ya, biusnya sampe gak mempan. Pasti sakitnya bukan main

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, duh, sampe krasa kalau gunting bunyi gretuk-gretuk

      Delete
  5. Idealnya kl sunat umur berapa ya? Aku kepo, wkwkwk
    Hebat ya firaz.. Semoga jadi anak shaleh ya dee

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga ada patokan, asa berani saja menghadapi resiko cenut2

      Delete
  6. anak lanangku jg sudah nanyain sunat :)

    ReplyDelete
  7. Idenya kreatif ya, diberikan tontonan sunat seperti nontn upin

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul betul betul. anak akan merekam dengan baik secara visual dan verbal di umur2 ini, makanya anak selalu meniru apa yang dia liat dan dengar

      Delete
  8. Wah Firaz keren sudah berani sunat, semoga semakin jd anak yg sholeh, sehat, dan hebat ya.

    Jadi ingat dulu anakku juga sunat umur 3 th, blm faham sunat itu diapain, taunya abis sunat ya bakalan dpt es krim sbg hadiah. Makanya abis sunat lgsg minta ke warung, malamnya baru deh
    meringis 😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. hanya es krim yang dapat melampaui bius dan obat penahan rasa sakit

      Delete
  9. wahh hebat ya 3 tahun udah berani sunat,, saya umur segitu masih cari kecebong.

    ReplyDelete
  10. Umur 3 tahun mah saya masih bebocah bang afrizal.. tapi udah main PS 1.. wkwkwkwk

    ReplyDelete
  11. Umur tiga tahun dulu mah masih gak tau apa-apa hahahahha.

    ReplyDelete
  12. Saya dulu lulus SD baru minta sunat lho. Haha *malah buka kartu*
    Ini beneran tiba-tiba langsung ngomong minta sunat gitu aja mas, nggak orang tuanya yang nyuruh? Kok Masyaallah sekali, keren Mas Firaz.
    Thumbs Up

    ReplyDelete
    Replies
    1. awalnya di singgung2 dengan kata2 sunat, apa itu sunat, faedahnya apa, siapa yang udah sunat, sunat itu hebat lho.. gitu..

      Delete
  13. Keren, ini bookmark ya buat ntar kalo udah punya anak bisa dipraktekin mas, keren cara mendidiknya. Nice sharing mas.

    Oh ya saya kalo saya lupa sih dulu umur berapa taun ya disunat hihi

    ReplyDelete
  14. wah, selamat ya firaz. anak yang berani :)
    semoga selalu sehat. Kelak akan jadi imam yang shaleh :)

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah, leganya kalau anak lanang udah sunat. Kebetulan anak pertama sy sunat pas usia 1 tahun kayak kado ultah yang tak diharapkan sih buat dia..hehe. Soalnya dia ada fimosis. Nah, yang kedua cowok jug dan belum sunat..hiks. Pas dibawa ke rumah sunatan usia 3 bulan katanya nggak usah buru2, pulang aja dulu dipikir lagi..ah, antara senang dan gimana ya, kalau belum disunat rasa ada beban..soalnya yang jagain lebih ngilu ngerasainnya.. :(

    ReplyDelete
  16. Saya dulu sunat minta sendiri gara-gara temen pada sunat
    jadi suka di ledekin belum sunat, akhirnya minta sunat mas haha

    ReplyDelete
  17. sunat adalah kewajiban nak lanang haha..

    ReplyDelete
  18. Ya Allah hebatnya, anakku malah takut disuruh sunat, sebaiknya anak laki emang jangan ditakuti perihal sunat, akibatnya kyk anakku deh doi nggak mau sunat huhuhu

    ReplyDelete
  19. wah anak saya tahun depan baru mau sunat nich mas, baca ini jadi dapat pengetahuan cara mempersiapkannya, terima kasih tipsnya nich

    ReplyDelete
  20. Didikannya bagus untuk ditiru. Istrinya mas pinter :)

    dulu ponakan mau sunat minta syarat disewain ps. Jd abis sunat dia di kamar mainan ps seharian :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasti kalau biusnya masih ada, kalau udah abis, bakal cenut-cenut ituh

      Delete
  21. sunat itu semacam ketakutan tersendiri kayaknya buat anak laki-laki. hebat anaknya ya Mas..

    saya nanti ga tau deh, apa ikutan parno juga kalau suatu saat punya anak laki dan lihat dia harus di sunat.
    emaknya yg takut duluan. haha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak, dan salah satu tahap untuk dilewati, bismillah

      Delete
  22. MasyaAllah, hebatnya!
    Baru umur 3 tahun padahal.

    Adik saya yang terakhir nih awal tahun disunat, dan sama seperti Firaz, minta sendiri bukan karena disuruh.


    Sunatnya gak pakai rencana lama-lama, dan pagi hari banget. Duhlah kalau ingat semangatnya kok lucu. Usut punya usut ternyata ada mobil mainan yang dia incar wkwkw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. memberi hadiah itu memang salah satu cara dan iming2 yang bagus untuk si anak. he he

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)