Sampai Kapan Kamu Akan Membenci LGBT ? ini Jawaban Saya

بِسْـــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ



Kali ini saya mau break dulu jalan-jalan, mau membahas permasalahan masyarakat yang lagi urgent banget, halah😁. Ini menyangkut masa depan anak laki-laki pembaca semua. Hati-hati terhadap Kaum LGBT. LGBT ini adalah kepanjangan dari lesbian, Gay, Bisex dan Transgender. Saya lebih menyoroti kelompok yang memberikan panggung pada kaum gay ini. Banyak sekali propaganda yang menyertainya. Utamanya adalah para liberalis dengan mengusung paham kebebasan.

Sumber inspirasi saya dari tulisan yang sama : bisa di lihat di halaman berikut ini 

Logika jungkir Pertama bagi Kaum Liberalis ini, mengatakan bahwa LGBT bukanlah penyakit dan gangguan jiwa, dan dalihnya adalah membandingkan kalau LGBT penyakit maka harus disamakan dengan Hetero (normal) dan dimaskukan ke golongan penyakit dan gangguan jiwa. Mereka berpedoman berdasarkan WHO 17 mei 1990 bahwa LGBT yang awal mulanya adalah penyakit resmi di hilangkan.

Logika jungkir ini hanya ada pada kawan-kawan paham liberal, Mengapa demikian, karena mereka terjebak dalam pemikiran liberalnya, Apapun tentang paham kebebasan, relatifisme menjadi acuan dasar tanpa pandang aturan Agama. Salah satunya LGBT. Dunia (barat) membolehkan LGBT, ikutlah liberalism ini atas hak nama Asasi Manusia. 

Mereka ingin membandingkan juga "kalau LGBT dianggap sebuah sebuah penyakit, harusnya Hetero juga penyakit". Alhamdulillahnya saya diajarkan pelajaran logika jaman sekolah dahulu. Bahwa sebuah pernyataan akan memunculkan sebuah nilai (simpulan) jika di bandingkan dengan pernyataan lain yang koheren. arti koheren ini adalah seimbang, apple to apple. 

Mengapa pernyataan diatas tidak apple to apple? karena dasar pengambilan hetero sex dianggap sama dengan homo. Faktanya, Hetero sex adalah Fitrah, dasar hukumnya dari Alquran, bahkan laki-laki bujang saja disuruh menikah. Sedangkan homo adalah penyimpangan dan terlaknat. Andai kalau mau statemenya sama harusnya perbandingan orientasi sex LGBT dengan Sex Pedofili. atau lainya. Maaf ya bahasnya jadi serem.

Contoh lebih mudah untuk kita dalam memahami tekstual benar atau salah serta menghasilkan simpulan atau tidak. apakah benar kalimat ini salah atau benar adalah :

Mana lebih enak ? Apel malang atau Terasi Subang ? Aneh kan, harusnya kalimatnya apel malang atau apel Fuji, atau apel lainya. Bisa juga perbandingan Terasi Subang atau Terasi Madura. karena jatunya kalimatnya awal tidak apple to apple tapi apel dan Terasi. 😅. Jadi rumusnya, jika suatu kalimat yang kita merasa aneh dengan kesimpulanya, berarti ada yang salah pada kalimat itu sendiri. Lagi-lagi mereka menganggap Alquran bukanlah sumber segala sumber. Mereka mengacu pada keputusan WHO. Lah WHO aja ngambil putusan dari voting, hukum dilandaskan pada jumlah terbanyak, bukan dari kitab suci. Begitu mudahnya memutuskan perkara hukum hanya karena jumlah terbanyak. Lalu dimanakah Azas agama sebagai hukum diatas hukum negara. 

Logika jungkir kedua adalah mereka pikir bahwa orang normal membenci para LGBT ini sampai mati. 

Indahnya Islam mengajarkan tidak pernah memberi ruang pada hati untuk membenci seseorang melampaui apa yang diajarkan Allah SWT kepada Rosulnya. Ketika Orang itu berbuat salah dan tidak patut, Rosul mengajarkan untuk memboikot, perlu di catat boikot sebenarnya bukan untuk menghancurkan karakter seseorang, melainkan memberi sangsi sosial bahwa apa yag di lakukan pelaku adalah salah. Sangsi sosial yang bisa menjadi sangsi ekonomi membuat pelaku tersebut kembali ke jalan yang benar. 

Kita tidak pernah membenci pelaku LGBT, namun menyadarkanya bisa berupa tidak memberi panggung kepada pelakunya. Memberikan pendidikan dan penanggulangan terhadap kawan kita LGBT ini hingga kembali ke Fitrahnya.


Bahaya Liberal

Berbahaya sekali paham ini dapat menjangkit kita sebagai makhluk yang beragama. Semua aturan di tabrak habis atas nama hak asasi manusia. itulah mengapa sebaiknya saya mengajak untuk semua pembaca (termasuk saya sendiri) untuk terus belajar agama. Mudah sekali mematahkan paham ini jika pondasi kita telah kuat. Namun karena saya juga termasuk punya kadar iman antara ada dan tiada, maka perlu untuk terus di ingatkan. 



Dari ulasan diatas, sebenarnya saya punya pengalaman yang kurang menyenangkan terhadap kaum ini. Perlu sikap tegas jika menghadapi mereka. Karena Mereka ada di mana-mana. 
 
Pengalaman kejadian yang tidak menyenangkan  :

Suatu hari saya diminta mengambil uang karena menang suatu lomba di Diknas, waktu itu umur saya masih kisaran 16 tahun. Setelah selesai urusan, saya berencana balik ke sekolah untuk kembali ikuti pelajaran di hari Kamis yang setengah hari saya ijin. Waktu itu pukul 11.00 sembari menunggu angkot yang tidak kunjung datang, karena di kota saya JawaTimur angkot sudah kehilangan kejayaanya. Adanya sesekali lewat. itu pun masih ngetem lagi. Di waktu itu ada om yang menurut saya seperti aktor film lah, baju stylis, rambut klimis, muka melankolis, senyum manis duduk di samping saya di halte. Tetiba menghampiri saya dan mengajak ngobrol, entah mengapa bisa ngobrol kemana-mana dan sempat menanyakan alamat rumah karena mau berkunjung kalau lagi jalan ke saudaranya yang kebetulan deket dengan rumah orang tua saya, sampai akhirnya saya memergoki si orang ini menepuk paha secara lembut, bisa saya artikan mengelus. Gila men cowok ngelus paha orang. Waktu itu saya kaget karena saya masih bocah belum genap 17 tahun. akhirnya saya sudahi karena dari jauh sudah ada angkot yang mau mengantar saya.


Kejadian ke 2 ini baru saya alami saat naik KRL. Masih jelas ingatan saya. Waktu itu sepulang kerja dari BSD seperti biasa saya naik KRL relasi Manggarai - Bekasi. Penuh sesak bahkan bisa di bilang tidak ada ruang kosong diantara orang yang berdiri. Penuh bangett. Saat itu saya sedang bermain game di hanphone. Entah mengapa ada perasaan aneh (maaf rada tidak senonoh) semacam ada yang menggesek-gesekan terhadap bagian tertentu di tubuh saya. Awalnya saya kira karena penuh sesak kereta bergoyang namun tetap saja aneh lantaran gesekanya berlangsung kontinu dan berirama (wkwk). Saya hentikan main game, dan melihat sekeliling, ada tubuh bongsor besar (kalau di bayangin semacam aktor Igun lah). Badanya besar. akhirnya saya coba untuk membelakanginya. Sampai tidak terasa Kereta telah sampai tujuan yaitu Stasiun Bekasi. Saya tidak menganggap kejadian aneh ini dan keluar seperti para penumpang lainya. Keluar teratur antri dan menuju rumah masing-masing. Saya pulang menggunakan motor dan di parkir jauh dari stasiun sekitar 200 meter dari Stasiun. Setibanya di tempat parkir dan mau mengeluarkan motor, Tiba-tiba sosok besar, bongsor datang, awalnya saya tidak ingat,dan mau tau apa yang dia katakan ??

Membuat muka semanis mungkin dan berkata : "Kak Boleh saya minta nomor Handphone-nya?" (gaya anak alay cabe2an)
Saya masih belum paham siapa orang ini, mungkin ini orang lagi mau sewa peralatan gunung saya (karena saya suka menyewakan perlengkapan hiking).
" Buat apa ya?" kata saya.
Dia berkata : " Ga buat apa-apa kak, mau kenalan saja, sambil senyum-senyum tak seimbang sama bentuk badan gedenya.
Saat itu lah saya seperti ketonjok karena keingetan, ini orang yang melakukan perilaku gesek-gesek tadi. langsung saya berusaha menenagkan diri dari pada saya lempar pakai helm dan dikeroyok sama ojek pangkalan disekitarnya.
saya jawab: "maaf mas saya tidak tertarik"

Seperti anak kecil yang ga jadi dapet permen, mukanya langsung kusut dan ngeloyor pergi.


Subhanallah saya masih waras. Pengalaman ini sampai sekarang teringat jelas. Semoga menjadi pelajaran bagi saya dan kawan semuanya. Amiin 


salam.




Dari Bang Nugraha Fauzi https://www.nerslicious.com


Ini jadi teringat ceramahnya Kyai Haji Zainuddin MZ Alm : "Yang mabok elu, yang judi elu, yang zina elu, tapi mabok judi dan zina itu maksiat. Kalau ini negeri kebanyakan maksiatnya, Allah marah. Turunlah bencana alam. Yang kena dampak bukan elu doang MONYONG!"

Dasarnya? Al anfal ayat 25 ;

"Dan peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya."

Saya setuju sih dengan pemikiran beliau dan juga tulisan ini. Karena kenapa?

Pertama karena sesama muslim itu harus saling mengingatkan. Jika kita acuh tak acuh, ya sama saja dengan membiarkan. Betul?

Kedua karena sudah jelas bahwa Ibnu Qudamah rahimahullah berkata : “Ulama bersepakat atas keharaman sodomi (liwath). Allah Ta’ala telah mencelanya dalam Kitab-Nya dan mencela pelakunya, demikian pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mencelanya”

Selain itu juga dalam Alquran disebutkan :

Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?” [Al-A’raaf: 80].

Dalam ayat yang agung ini, Allah Ta’ala menyebutkan bahwa perbuatan sodomi antar sesama pria, yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth ‘alaihis salam, merupakan perbuatan fahisyah.

Sedangkan fahisyah adalah suatu perbuatan yang sangat hina dan mencakup berbagai macam kehinaan serta kerendahan.


Ah semoga kita semua diberikan hidayah, wasilah Nya. Dan juga semoga Allah menurunkan pertolongan dan hidayahNya kepada mereka dan kita semua, Amiinn

25 comments:

  1. Wah kok ngeri bgt kejadiannya sih.. Kl aku sendiri liat LGBT nggak masalah selagi mereka nggak membuat komunitas untuk mengajak atau berbuat sesuai keinginan mereka. Ada Tuhan yg akan mengadili, rasanya kl manusia mengadili sesama manusia agak gimana gitu, hhh
    Tp aku nggak membenarkan perilaku LGBT loh ya, hhh
    Aku dr dulu tertarik banget buat mengorek lebih dalam tentang LGBT, tp sama orang tua nggak dizinin.. Hhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suatu saat jika orang baik itu diam, maka mereka akan semakin berteriak di panggung. Semoga tidak terjadi :)

      Delete
  2. Akhir2 ini LGBT sedang panas hanget menggoda dan menggiurkan untuk dibahas, sedang booming. Para pelakunya seperti sedang menggeliat malu-malu keluar ke permukaan.

    Tapi buat saya, sebenarnya sudah biasa dengan hal seperti itu sejak SMP. Bukan dengan pelaku orang nyata, tapi dari komik2 Jepang sih. Rasanya waktu itu biasa saja. Dan berlanjut sampai sekarang punya teman L dan G, sampai bersahabat. Benar2 sahabat yang curhat apapun tentang kehidupan, bukan tentang ke L/G annya.

    Dan saya melihat mereka sebagai manusia biasa, seperti kebanyakan orang. Tapi yang punya pemahaman salah, dan juga dosa. Kiranya saya jg berada di ntahlah, bingung. Saya tahu itu salah. Tapi saya juga tahu betul bahwa mereka tahu itu salah, tapi tidak bisa lepas(?).

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk mari banyakin belajar Agama. Mengingatkan diri juga

      Delete
  3. Saya baca ini sambil panas mata, ingat anak2 saya cowok semua. Saat di pesantren (kebetulan sy juga orang Jatim), banyak yang suka 'adik kakak'an' gitu sama kakak kelas. Kebetulan ada yang sampai parah dan ketahuan ciuman berdua. Meskipun sudah tahu sejak lama, tetapi saat ini saya merasa ini sudah dalam kondisi sangat menakutkan dan darurat banget. Terlebih banyak yang membela. Semoga kita dijauhkan dari orang-orang seperti itu...Amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Subhanallah, bener bu, penjagaan terbaik adalah keluarga

      Delete
  4. semangat2, semoga mereka cepet punah,,

    ReplyDelete
  5. q sebenarnya juga g anti sih sama orang2 seperti ini. asal punya etika aja. ada temenq juga yg masuk golongan LGBT, tapi dia bisa mengkondisikan dirinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mba, yang memperparah kondisi saat ini adalah mereka diberi panggung, di elu2kan.

      Delete
  6. Bagaimana mau dianggap normal orang perilakunya menyimpang begitu. Termasuk pelecehan lah di tempat umum melakukan hal seperti itu.
    Dan katanya penyimpangan mereka itu bisa menular ya?

    Semoga kita selalu dijauhkan dari logika2 berbahaya seperti itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul menular karena itu perlunya sikap tegas diawal ketika ada sikap yang aneh

      Delete
  7. idiiih serem juga ya kak..untungnya kakak sabar dan kuat yaaa.. kayaknay ka afrizal ganteng nih diburu terus cowok wkwkkw.. itinya setiap orang harus kuat iman yaa.. kalau ga kuat iman bisa jadi seperti itu. serem juga yaa.. Semoga kita dijauhkan dan yang seperti itu dikasi hidayah ya ka sama Allah

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha, ah mbak vika salfok.

      intinya sih banyak-banyak membentengi diri dan mengingatkan ke sekitar kita

      Delete
  8. Ini jadi teringat ceramahnya Kyai Haji Zainuddin MZ Alm : "Yang mabok elu, yang judi elu, yang zina elu, tapi mabok judi dan zina itu maksiat. Kalau ini negeri kebanyakan maksiatnya, Allah marah. Turunlah bencana alam. Yang kena dampak bukan elu doang MONYONG!"

    Dasarnya? Al anfal ayat 25 ;

    "Dan peliharalah diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya."

    Saya setuju sih dengan pemikiran beliau dan juga tulisan ini. Karena kenapa?

    Pertama karena sesama muslim itu harus saling mengingatkan. Jika kita acuh tak acuh, ya sama saja dengan membiarkan. Betul?

    Kedua karena sudah jelas bahwa Ibnu Qudamah rahimahullah berkata : “Ulama bersepakat atas keharaman sodomi (liwath). Allah Ta’ala telah mencelanya dalam Kitab-Nya dan mencela pelakunya, demikian pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mencelanya”

    Selain itu juga dalam Alquran disebutkan :

    Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?” [Al-A’raaf: 80].

    Dalam ayat yang agung ini, Allah Ta’ala menyebutkan bahwa perbuatan sodomi antar sesama pria, yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth ‘alaihis salam, merupakan perbuatan fahisyah.

    Sedangkan fahisyah adalah suatu perbuatan yang sangat hina dan mencakup berbagai macam kehinaan serta kerendahan.

    Ah semoga kita semua diberikan hidayah, wasilah Nya. Dan juga semoga Allah menurunkan pertolongan dan hidayahNya kepada mereka dan kita semua, Amiinn

    ReplyDelete
  9. Di satu sisi bahaya LGBT ini menakutkan, tapi dari sisi psikologis sebenernya orang2 LGBT tuh nggak kepingin bgtu loh mas, tapi mereka terpaksa kyk semcam punya dendam sosial gtu *yg jelas bukan dendam nyi blorong* yang harus kita lakukan salah satunya pendekatan bukan menjauhinya *ini sih kata temen saya yg psikolog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, itulah mengapa saat ini ada pihak2 tertentu yang memberikan panggung yang membuat saya gemes

      Delete
  10. LGBT emang lagi sorotan banget nih dengan pro dan kontranya. Hmmm.. Ngeri sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, semoga selalu diberikan hidayah oleh Allah SWT

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)