Financial Literacy Ala Pak Tung Desem Waringin


Pendidikan Financial itu Sangat penting karena berhubungan dengan perekonomian dan kesejahteraan namun masih dianggap tabu di bahas bahkan lebih tabu dari pada pendidikan sex.

بِسْـــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ



Hari itu saat pengumuman perusahaan bonafide di Surabaya, adalah saya di terima. senang sekali rasanya karena pada waktu itu belum dinyatakan lulus dari status mahasiswa abadi. hee. Di hari pertama saya bekerja, diharuskan mengiktui serangkaian test psikologi. dari mulai logika, mencocokan huruf, menggambar. Akhir dari test tersebut memberitahukan posisi saya. agak sedikit berbeda dengan harapan sih, mesikipun masih tetap sebagai seorang engineer. di-akhir pemberitahuan itu bu sisca (terkahir saya tahu seorang HRD manager) mengatakan bahwa sebenarnya beliau bimbang bahwa melalui hasil test, nilai saya rata-rata tinggi di 2 bidang yang berbeda, yaitu Engineer sedikit di bawah Sales (cenderung financial). Wow, kaget ternyata saya punya potensi di bidang sales. namun dari hasil wawancara sepertinya passion mengarahkan saya pada bidang engineer. meskipun demikian ibu HRD itu menanyakan ulang diantara 2 hal ini. Saya akhirnya mantab memilih engineering karena 4 tahun lebih saya di gembleng di kampus teknik, masa iya alih fungsi ke bidang sales. how come gitu? 

8 tahun berlalu semenjak itu, dan saya merasa ada kesamaan hasil saat saya mengikuti tes kepribadian di kampus bandung, saat itu ada 3 tipe peniliaian, Technical literacy, Managerial , Financial. dari 3 bidang tersebut tidak ada yang menonjol semua rata-rata atas dan di urutkan nilai teratas adalah Financial-Managerial-Technical. kesamaan hasil test ini membuat saya penasaran untuk mengetahui ilmu financial dan manajerial. terlebih lagi 8 tahun berkutat di dunia teknik membuat saya ingin melihat dunia luar. bukan dalam arti jenuh, tapi ingin belajar sebagai nilai tambah pengetahuan. Alhamdulillah mungkin ini jalan Allah SWT memberikan pengetahuan secara berangsur-angsur, supaya saya selalu ingat untuk terus belajar memperbaiki diri. Beberapa kali saya mengikuti seminar financial membuat kagum orang-orang financial. baik dari ilmu financial skala keluarga, organisasi, proyek sampai Perusahaan.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Disini Saya ingin share hasil financial literacy ala Pak Tung Desem Waringin. Namun saya ingin memberikan penjelasan dari pandangan saya sebagai seorang muslim. 
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pernyataan Pak Tung pertamakali di buka adalah pendidikan Financial itu Sangat penting karena berhubungan dengan perekonomian dan kesejahteraan namun masih dianggap tabu di bahas bahkan lebih tabu dari pada pendidikan sex.

Tidak banyak orang ingin membahas lebih dalam mengenai pendidikan financial, apa saja yang dianggap financial literacy dan mengapa begitu penting?











Income : Active Income
Active income merupakan sebuah pendapatan dihasilkan dari kita bekerja dengan waktu tetap atau waktu tidak tertentu (by project). Pendapatan ini adalah ketika kita masih dalam usia berkarya sekitar 15-60 tahun. active income sangat bergantung pada kesehatan, kemauan bagi pelakunya. Contoh active income adalah : 
  1. Bekerja di Perusahaan (ikut orang)
  2. Seorang profesional, Dokter, penyanyi, lawyer, dukun, Fotographer, pembicara, guru les, dan lain sebagainya. 
  3. Pelaku usaha bisnis yang belum auto pilot (belum bisa berjalan sendiri tanpa pelaku bisnis tersebut. 


Sedikit pencerahan bahwa sesungguhnya active income ini adalah rizky yang paling di cintai oleh Allah SWT. 

Dari Abi Abdillah (Zubair) bin Awwam Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya, seorang di antara kalian membawa tali-talinya dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar yang diletakkan di punggungnya untuk dijual sehingga ia bisa menutup kebutuhannya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberi atau tidak”. [HR Bukhari, no. 1471].

Lalu bagaimana dengan portofolio income maupun Pasive Income

Income : Portofolio Income

Portofolio inocome adalah pemasukan yang timbul akibat dari capital gain dari asset yang kita miliki. atau dengan kata lain kenaikan sebuah komoditas barang, properti saat di jual dari pada nilai saat kita membeli Misalnya kita mempunyai aset berupa properti, tanah saat membutuhkan uang, aset tersebut di jual maka harganya menyesuaikan harga tanah saat ini dari pada saat membeli pertama kali. 

Misalnya saya mau investasi rumah maka saya membeli rumah tersebut ke developer dan akan menjualnya 10 tahun lagi. maka harga rumah tersebut akan selalu meningkat saat di jual nantinya. 



Sedikit pencerahan bahwa peringatan bagi kaum muslim yang beriman, bahwasanya boleh saja berinvestasi tanah, bangunan ataupun properti namun harus di manfaatkan, bukan dibiarkan tanpa ada pemanfaatan. Allah SWT akan mengazab bagi mereka yang tidak dapat memanfaatkan titipan tersebut. 



Income : Pasive Income
Lain hal dengan penjelasan sebelumnya, pasive income adalah pemasukan yang didapatkan dari penyewaan aset, deviden dari saham, bunga deposito, income royalti buku, lagu, hak patent, penemuan, sistem kerja dan lainya. 

contoh ciri-ciri aset yang bisa menjadi pasive income : 
- Sewa aset yang selain menambah penghasilan juga aset tersebut nilainya semaikn meningkat, contoh sewa tanah, rumah, kos, gedung, hote, sarang walet. 

- Bisnis yang berjalan dengan sistem yang baik dan tidak perlu ada kita yang setiap hari mengcontrol pekerjaan. 

- Surat berharga misalnya deviden dari saham, bunga deposito, royalty dari buku, system. 


Dalam kaitanya pasive income, sebagai seorang muslim kita diperintahkan untuk menghindari Riba, bahasa halusnya bunga dalam bentuk apapun, sebaiknya untuk mendapatkan pasive income pilihlah yang tidak ada urusan dengan RIba. Insyallah AKhirat selamat, dunia pun di dapat. 

Sekian. 

6 comments:

  1. Waah berarti mas Afrizal ini sosok yang cerdas nih, belum diwisuda udah dapat panggilan penerimaan kerja.
    Salut,mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak juga mas, kita pendekatan ke alumni sebelumnya mas, supaya info A1 kita dapatkan he he

      Delete
  2. Pasti bangga banget deh, belum lulus wisuda tapi bisa dapat panggilan dari perusahaan bonafide di Surabaya. Sukses selalu ya :)

    ReplyDelete
  3. Jadi dulu harus bisa bagi-bagi waktu antara kerja, kuliah dan yang lainnya ya, Mas. Bermanfaat, Mas tulisannya. Saya beberapa terakhir sih suka lihat videonya pak tung, memang apa yang dituliskan sepertinya nggak asing di telingaku, kayak pernah denger..hehe

    Setuju sih, mau kerja atau bisnis baiknya memang dihindari yang namanya riba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup betul mas, Riba itu membuat kita semakin tercekik.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)