Gunung Gede via Gunung Putri (Catatan Perjalanan)
بِسْـــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ
UPDATE MEI 2016 !!
Alhamdulillah, akhir- akhir ini entah kenapa males-malesan ngisi blog ini. mungkin karena ada temen gembel saya yang sudah menikah, jadinya merasa kehilangan, ha ha. Barokallah buat mas fahmy dengan zyan. mereka adalah couple dari perkenalan di semeru. dan menjutkan ke jenjang pernikahan. masyallah. Semoga senantiasa dipersatukan dalam kebaikan, di tiap kebahagiaan dan kesusahan, amiin
Alhamdulillah, akhir- akhir ini entah kenapa males-malesan ngisi blog ini. mungkin karena ada temen gembel saya yang sudah menikah, jadinya merasa kehilangan, ha ha. Barokallah buat mas fahmy dengan zyan. mereka adalah couple dari perkenalan di semeru. dan menjutkan ke jenjang pernikahan. masyallah. Semoga senantiasa dipersatukan dalam kebaikan, di tiap kebahagiaan dan kesusahan, amiin
Gunung Gede (dan merupakan jajaran Gunung Gede-Pangrango) memiliki ketinggian 2958 mdpl dan saudara kandungnya Gunung Pangrango dengan ketinggian 3019 mdpl. merupakan gunung yang populer di kawasan jawa barat ini. kenapa saya bilang populer, karena dari aturan yang mengharuskan pendaki mematuhinya secara ketat. minimum pendaki adalah 500 orang tiap harinya. dan disana seakan seperti wisata, sehingga para pendaki banyak sekali bak pasar. wajar pihak pengelola berupaya menegakan peraturan yang ketat dan tegas, agar siapapun yang benar-benar ingin mendaki tidak serta merta abai terhadap aturan tersebut. ujung-nya tidak teratur dan sampah menggunung di gunung. seperti fenomena semeru saat ini, semoga segera pihak Taman nasional memberlakukan aturan jelas, ketat dan tegas, karena saya melihat miris kalau mau ke semeru dengan kondisi sekarang ini (curhat) :D
![]() |
| jalur Pendakian |
Gunung gede ini memiliki 3 jalur (berurutan dari trek yang mudah hingga tersulit) :
1. jalur Cibodas : yang ringan dengan trek tidak terlalu menanjak dan selalu mendapatkan pesona curug (air terjun yang banyak) di sekelilingnya. akan tetapi lama perjalananya sekitar 8 jam normal, dan jika terlalu sering berhenti karena terpesona dengan air terjun maka akan menyita waktu lebih lama lagi.
2.Jalur Gunung Putri : jalur cepat dan menanjak tanpa bonus (menanjak dan terus menanjak) dan hingga sampai surya kencana 6 jam perjalanan normal. Selama perjalanan pun tidak tersedia air yang melimpah seperti cibodas.
3. Jalur Salabintana : masih belum penglaman lewat jalur ini dan belum mendapat data akurat soal ini, akan tetapi denger-denger sih jalur ini lebih berat, cadas, nanjak dan cepat, perkiraan waktu tempu adalah 5 jam cmiiw (colek me if i wrong), terletak di sukabumi nanti jika berkesempatan naik kembali, saya akan coba lewat jalur salabintana
kami ber 8 berangkat lewat jalur gunung putri. sebelum itu salah satu teman kami telah mengurus surat-surat perijinan pendakian, beberapa minggu sebelumnya. karena gunung ini sangat-sangat ketat, maka sebelum berangkat tiba-tiba mampirlah dulu ke website resmi TNGP (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango). jika tidak, bersiaplah di tolak di pos registrasi. meeting point kami adalah di Cipanas, dan selanjutnya mengurus registrasi ke pos penjaga.
Berikut hasil pengalaman dari kami :
Bus Kampung Rambutan - Cipanas : Rp. 20,000,00
Angkot Cipanas - G. Putri Rp. 10,000,00
Simaksi (Surat ijin Masuk kawasan konservasi) : Rp. 7,500,00
"Perjalanan ini terasa sangat menyenangkan, karena engkau ada di dekatku kawan"
Perjalanan
Perjalanan dimulai hari jumat dari kampung rambutan, kami, (saya, fahmy, rendi, dan pradikta) berangkat sekitar pukul 22.00 WIB. dengan bus kami menuju pasar cipanas dan tiba di cipanas sekitar pukul 01.30. kami meeting point dengan srikandi kawan kami (septi,Ika,Iie), saya berkenalan dengan bang darwin, seorang kawan dari srikandi tersebut, tapi sayang bang darwin tidak ikut rombongan kami karena akan melakukan lomba mountain runner (pasti, bang darwin adalah type orang ber-dengkul racing keluaran terbaru) kami segera mengurus perjinan di pos untuk mengejar waktu pukul 06.00 berangkat segera.
| Sunrise dari pos penjagaan |
Sabtu 06.00
pemandangan ladang sawah menjadi awal pembuka perjalanan kami, para petani sudah memulai hari dengan kembali menjemput rizkinya, benar-benar harmoni. 45 menit berselang, mulailah jalan yang miring dan menanjak terlihat mendekati kami seakan tamu teristimewa.
| Awal sebuah perjalanan |
| Terlihat Gunung |
entah kenapa di namakan Gunung putri, mungkinkah bentuk gunung tersebut seakan mahkota seorang putri. lanjut perjalanan gerbang selamat datang telah menyapa kami dengan malu, seakan setelah gerbang ini sebagai pemisah apakah kami mau balik pulang atau mengungkap rasa penasaran kami dengan melangkah maju terus, dan menyingkap tabir apa saja yang di sembunyikan panorama gunung ini.
Dari om semoet : sebenarnya yg ada dalam foto tersebut adalah gunung gede. Gunung putri sendiri adalah nama sebuah kampung dikaki gunung gede, dan diabadikan menjadi sebuah camping ground. Yaitu bumi perkemahan gunung putri. sedangkan di TNGGP sendiri ada banyak gunung selain gunung gede dan pangrango. Antara lain gunung gumuruh, gunung masigit, gunung lingkung, dan gunung geger bentang.
Yang kedua, ketinggian gunung gede adalah 2958 mdpl bukan 2956. dan petunjuk ketinggian jelas terpampang di puncak gunung gede
| Gerbang selamat datang (Legok Leunca) |
benar saja, saya terkaget-kaget dengan trek yang langsung menanjak tidak memberikan ruang sama sekali untuk datar, terus menanjak, jika ada yang pernah naik semeru. maka trek ini seperti jalur antara pos 3 menuju pos 4 yang menanjak dan kalimati ke arco podo. atau antara jalur lemah jiwa di trek welirang -arjuna. gestur rata tanahnya mirip dengan arcopodo, tiap langkah antara satu tanjakan ke tanjakan lain di dominasi akar pepohonan. benar-benar menguras tenaga
| Cek ketinggian |
| Istirahat di Pos 1 |
satu hal fenomena yang hanya ada di Gunung gede, tak perlu kawatir kekurangan bekal, karena di sana jual nasi bungkus. :D seperti bukan naik gunung. kami melanjutkan ke pos selanjutnya dengan kekuatan penuh setelah cukup beristirahat
| the three lion |
10.00
90 menit selanjutnya kami merapat di pos ke 2 pos buntut Lutung, saya dan fahmy telah menjadi sweeper, paling belakang. dengkul saya masih normal belum saya modifikasi. dari pos 2 buntut lutung, kami melanjutkan perjalanan ke pos ke 3 pos lawang sekateng mungkin sekitar 90 menit . antara trek buntut lutung dan lawang sekateng memang luar biasaa, menanjak dan menanjak, berpegangan dari akar pohon satu dengan akar pohon lainya. berpikir apakah memang tekstur jalur gunung di daerah jawa barat dan jawa timur berbeda, yang saya tahu di jawa timur treknya panjang dan tidak menguras energi walau gunungnya tinggi sekalipun. berbeda dengan di gunung gede yang cukup menguras tenaga. mantab
| trek tanjakan |
Jeng-jeng kami bertemu dengan mountain runner (bang darwin) dan memperkenalkan kepada kami bang ibo (saudara kandung dari Ika), tahukah apa yang membuat kami speachless. kami berangkat tepat pukul 6 dan mereka berangkat pukul 10.00 dan dalam hitungan jam saja mereka telah menyusul kami, dan mereka nomor 1 melampaui kawan2 penantangnya. luar biasa. memang bang ibo adalah keluarga pendaki, keren banget.
| Team Mountain runner |
Selanjutnya kami ada di pos 4 Pos simpang Maleber, kami beristirahat sejenak dan melanjutkan perjalanan. kami mulai dapat mengatur napas dan sedikit lebih berkurang karena tanjakanya berangsur-angsur landai, terdapat 2 jalan yang diselingi kanopi di kiri kananya, ini merupakan pertanda cahaya surga, surya kencana semakin dekat.
| Kanopi pertama |
setelah berjalan keluar dari kanopi, tanjakan naik kembali, menguras energi dan tenaga, tapi tidak berlangsung lama, mungkin sekitar 45 menit dan bertemu kembali dengan kanopi yang ke 2, disini suara khas angin khas lembah telah terdengar, bau eidelweis pula dan pepohonan yang menutupi langit-langit perjalanan kami telah berangsur-ansur berkurang. surya kencana berada di ketinggian 2700 mdpl sedangkan, altimeter di jam saya menunjukan 2750 mdpl berarti jalan ke depan akan menurun ke lembah surya kencana. kami telah melewati gunung putri. Semakin dekat
| Kanopi ke 2 |
01.00
Masyallah, laahaula kuwwata illa billah hil alii yil adzim, segala pujian hanya pada Allah, sangat indah sekali surya kencana, sangat worthy dengan perjuanganya. hilang capek, penat, seakan luruh luntur dari tubuh ini. bagaikan anak kecil yang telah menemukan mainan yang hilang, sungguh takjub di buat nya.
| alhamdulillah |
ketakjuban ini seperti ketika saya pertamakali tiba di ranu kumbolo, atau di bukit bukit bromo, jarang gunung memiliki keindahan dan daya tarik yang memesona.
| masyallah |
dan Gunung Gede ini adalah salah satu list gunung yang wajib untuk di datangi, dengan panorama yang sungguh memesona. MasyAllah
| laa ilaa ha illallah |
salah satu daya tariknya adalah bunga eidelweis yang seperti perkebunan, banyak sekali, dan saat kami kesana, bunga tersebut mulai bermekaran dari tangkainya.
| kebun eidelweis |
Lihatlah betapa seakan kita sedang berjalan di kebun bunga eidelweis, disini sangat terawat eidelweisnya. alhamdulillah, saya catat, ini adalah bulan juni ketika saya ke gunung gede, bulan dimana mekarnya eidelweis seukuran kuncupnya. indah sekali
Kami segera mencari tempat berkemah yang pasti dekat dengan sumber airnya.
| banyak pendaki berkemah di dekat sungai kecil |
Pantaslah Gunung Gede menjadi primadona art di kawasan jawa barat ini
| Kabut mulai turun ke lembah |
Setelah medapatkan tempat untuk mendirikan kemah, kami lantas segera mendirikanya dan juga untuk melapor kepada sang Khalik
| Sholat jamaah |
kami segera membuat makanan untuk sore dan malam nanti, supaya cukup di gunakan untuk summit attack malam nanti.
| memasak |
membersamai sore dengan sedikit melepas beban di tenda
| Dari Tenda |
Hal lain yang menakjubkan adalah sumber air, di gunung gede sumber air melewati daerah perkemahan kami, dan juga deras airnya, dingin suhunya segar rasanya.
| Bunga di pinggir sungai |
Tampaknya sore mulai berubah menjadi malam dengan matahari perlahan tenggelam
| Sore telah mendekat |
kalaulah di puncak gunung, pasti akan lebih indah melihat sunset ini
| Ter lihat benang hitam dan putih tanda kekuasaan Allah SWT |
Teringat tanggal 15 bulan purnama kami berkemah, seakan perjalanan ini telah di rencanakan.
| Bulan indah bulat sempurna |
Pukul 21.00 kami pun beristirahat untuk summit attack besok pagi, bismillah
Update..
Summit Attack
05.00
Setelah nyenyak kami beristirahat, dan memulai dengan shlat subuh, kami pun segera bersiap untuk summit attack, kami berangkat dengan beberapa kawan yang siap mendaki. di tenda teh iie dan ika tidak ikut, karena mereka sudah pernah hingga puncak. Perjalanan kami di mulai dengan menyusuri jalan setapak dan berakhir dengan tanjakan yang cukup membuat nafas ngos-ngosan, mata yang tadinya masih mengantuk menjadi hilang lantaran berganti keringat. tekstur tanjakan berupa bebatuan dan di kanan kiri cabang dan ranting pohon menjadi pegangan kami. ini cukup mudah menurutku karena tidak harus berjibaku dengan lautan pasir seperti mahameru.
06.00
Kami sempat berpapasan dengan beberapa orang yang mulai turun. Sayangnya mentari bersinar mendahului kami sebelum sampai di puncak. sedikit kecewa memang, rencana perjalanan hingga puncak sebenarnya membutuhkan waktu cukup satu jam. akhirnya dengan terus berjalan, kami sampai di puncak gunung gede. eksotis. dan pemandanganya bagus banget.
| berfoto bersama |
| terlihat puncak pangrango |
| Add caption |
"gunung tak kan lari|yang berlari adalah waktu
gunung tak kan berubah|yang berubah hanyalah catatan perjalananya
Gunung tak kan berganti| yang berganti adalah kawan seperjalanan
Gunung tak kan bertambah| yang bertambah adalah pengalaman"





aah, jadi kangen suasana surken .. waktu kesana pas purnama juga, luaar biasa, ada rencana ksana lagi mas?
ReplyDeleteke ceremai, pingin merasakan tracknya yang luar biasa, ha ha
Deletejadi kangen suasana surken, ladang edelweissnya, sungainya yg berkabut klo subuh ,btw ketinggiannya udah turun ya mas? hehehe
ReplyDeleteemang gede itu penuh pesona .. di tunggu kelanjutannya :D
oke siap
Deletejancuuuuuuuuk keren banget deeeeeh :D
ReplyDeletenapa gag ngajak2 ini, salut karo sampeyan mas. sampeyan tapi kok tambah lemu ngono saiki :P
surya kencana cakep banget. pengen menginjakkan kaki disana. sukses ya mas sampeyan :)
lho mas pati nang jkarta ta,, rencana pas bodo mau ke dieng om,, camping ceria,, he he. ikut ta?
Deleteposisi ng ndi? aku dolen ng blogmu lho :D
iyo e, tambah lemu sak wayahe kenek DB kapan kae..
Thanks for one's marvelous posting! I certainly enjoyed reading it,
ReplyDeleteyou might be a great author. I will make sure to bookmark your blog and
will often come back at some point. I want to encourage you to definitely continue your great writing, have a nice holiday weekend!
Feel free to surf to my site ... grupa kreatywna
Setuju sekali! Gunung tidak akan berganti, yang berganti adalah kawan perjalanan. :) Very details story (and pictures), I enjoy reading it!
ReplyDeleteterimakasih, blog nya juga bagus, diver juga sepertinya,,
Deleteaku suka kata-kata mutiaranya....keren banget ceritanya gan
ReplyDeletetrims gan.. blognya juga keren uy.. saya sudah berkunjung :D
Deletebagus gan,,bs buat inspirasi ke org lain..jaga terus semangat berpetualang nya jgn smpe padam di tengah jalan
ReplyDeletesiipp
Deleteselabintana justru lebih lama kaakak, bisa makan waktu 11 jam
ReplyDeleteiya, next saya pingin lewat selabintana
Deleteselabintana itu trak yang paling wow spesial buat pendaki sejati gan, bisa d tempuh 11 jam dari pos star ampe surken. dengan pacet yang nemenin stiap perjalanan. 25 des saat Shizuko meninggal
ReplyDeletesemoga mbak shizuko amalnya di terima di sisi NYa.. amiin. maut tidak bisa kita tebak kapan datang nya :)
DeleteJd inget pendakian perdana, naik gunung gede via jalur putri pulaa...hadeuh rasanya dengkul mau lepass hehehe.. Tp Surken memang luar biasa, bukan nya kapok naik gunung justru bikin addict...
ReplyDeletebetul bangeeeetttss
DeletePrtama kali naik gnung ya ke gede via putri..llah sngat..tpi smua kbayar pas liat surken serta bsa nkmatin sunset dan sunrise smbil nkmati scangkir coklat panas..Subhanallah
ReplyDeletealhamdulillah :D
Delete2012 saya di Gn Gede-Pangrango, muangstab :D
ReplyDeleteyuk naik gunung lagi :D
Deletewah kangen gede dan pangrango, terakhir kali kesana tahun 1997
ReplyDeletewuih cadasss tahun segitu saya baru masuk sd mas.. :D. hormat suhu
DeleteMerinding saya baca nya mas... Lagi kangen naik gunung nech...
ReplyDeletehe he sama mbak
DeleteYaudah naik bareng aja lah :D
DeleteMatur nuwun sharingnya Mas. Alhamdulilah masih dikasih kesempatan untuk menjelajah Indonesia yang luar biasa indah ini.
ReplyDeleteiya, Alhamdulillah banget kalau masih di beri kesempatan yang sekarang ini saya juga susah membagi waktunya. semangat
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteAda sedikit yg harus diloreksi,
ReplyDeletePertama diawal cerita ada sebuah foto dengan keterangan "terlihat gunung putri", sebenarnya yg ada dalam foto tersebut adalah gunung gede. Gunung putri sendiri adalah nama sebuah kampung dikaki gunung gede, dan diabadikan menjadi sebuah camping ground. Yaitu bumi perkemahan gunung putri. sedangkan di TNGGP sendiri ada banyak gunung selain gunung gede dan pangrango. Antara lain gunung gumuruh, gunung masigit, gunung lingkung, dan gunung geger bentang.
Yang kedua, ketinggian gunung gede adalah 2958 mdpl bukan 2956. dan petunjuk ketinggian jelas terpampang di puncak gunung gede.
Terimakasih koreksinya, saya benernin tulisanya :D
DeleteSalam Kenal Gan
ReplyDeletesalam kenal juga gan
Deleteini 2 tahun lalu yah....masihkah sama saat ini 2018?
ReplyDeletemasih kak, namun pengawasan dan perijinan lebih ketat. :)
DeleteMakasih min infonya,
ReplyDeleteMau berbagi info aja ni, kalau mau menangin hadiah cuma jawab kuis bisa klik Kuis Berhadiah Uang Tunai. Pendaftaran Gratis, bisa bawa pulang hadiah beneran lho. Kuy cek!
Oh ya,
Ditunggu kunjungan baliknya ke tulisan blog terbaru aku ya.
Cek :
- Belajar Aksara Jawa Lengkap dengan Tips
-
Benarkah FIFA Sepakat Piala Dunia U 20 2023 di Indonesia?
Salam kenal ya dari Mili ^_^