Codes, Standard, Specification Yang Umum di Gunakan dalam desain konstruksi Bangunan Lepas Pantai dan Building


Pada pembahasan lalu saya telah menulis terkait Jenis-Jenis Platform. Posting kali ini saya akan share terkait Standard-standar yang biasa digunakan pada saat perancangan bangunan lepas pantai. Standar ini di menjadi common practice para praktisi di bidan bangunan lepas pantai.
 
Apakah kita pernah mendengar istilah Code, Standard Reference,  apakah berbeda Codes, Specification, Standard Reference.? Di Perkuliahan umumnya teknik, kita mulai di perkenalkan dengan standar-standar dan code baik Nasional maupun internasional, dengan tujuan ketika menjadi professional di bidan tersebut, kita mampu memahami dan memutuskan sebuah pekerjaan berdasarkan standard an code yang berlaku. 

Standard didefinisakn sebagai paket definisi teknis dan dasar petunjuk (guidelines) atau secara mudahnya adalah tentang “Bagaimana cara” instruksi kepada desainer, engineer pada sebuah pekerjaan teknik. Standar ini memberikan semua kebutuhan dasar penting untuk sebuah, produk, jasa, operasional maupun pekerjaan. 

Standard adalah sebuah Bahasa umum untuk mendefinisikan sebuah kualitas pekerjaan, produk misalnya jika kita ingin mencari standard terkait material, kita bisa mencari di American Society for  Techincal and material, atau di dalam negeri biasa di sebut SNI (Standar Nasional Indonesia), bergantung dari negara dan departemen yang mengeluarkan. 

Codes adalah lebih khusus lagi merupakan standar yang di adopsi oleh pemerintahan dan menjadi kekutan hukum secara legal, ketika codes tersebut di tambahkan dalam sebuah kontrak bisnis, dan standar akan menjadi codes. Jika sudah ada dalam kontrak bisnis, maka code ini mandatory harus di ikuti. 

Specification adalah sebuah keterangan atau dokumen specific atau tambahan kebutuhan dari sebuah material, komponen atau jasa yang isinya lebih mendalam dari pada codes atau kebutuhan standard. 
Recommendation Practice (RP) adalah sebuah keterangan atau dokumen yang memberikan tuntunan untuk mengoperasikan sesuatu dalam pekerjaan. Recommendation practice ini bisa juga di sebut “best practice atau dasar pengajaran (guidelines) ke Engineer maupun desainer. 

Mengapa Hal ini Menjadi Penting

Dalam sebuah pekerjaan yang menuntun diperlukanya regulasi diatas (standard, codes, Spec, RP) tidak serta merta ada secara instan, namun selalu ada sejarah di baliknya, Sebuah regulasi diatas adalah aturan yang di keluarkan untuk pekerjaan yang mirip atau serupa di masa depan. Dengan kata lain, regulasi diatas adalah rekomendasi dari para praktisi sebelumnya untuk memberikan aturan dan batasan terhadap sebuah desain atau pekerjaan. 

Dalam sebuah situs AISC.org. bahwa standard AISC di buat di tahun 1921, yaitu berjudul “Structural Steel Buldings” di tahun 1923, menjadi acuan yang sangat bagus sekali untuk pembangunan saat itu. Kemudian setelah itu cakupanya meluas dengan riset terbaru dari para praktisi dan peneliti.

Dalamsebuah situ lainya mengatakan bahwa di tahun 1919 di sebuah perusahan pemurnian destilasi, terdapat container dengan panjang 50 ft(13m) berisi cairan gula tetes meledak. Secara harfiah, sambungan container tersebut dahulu berbentuk rivet meletus dan mengakibat kan gas keluar dan menewaskan 21 orang dan melukai 150 orang.
 
Dari kejadian itu para expert di bidangnya merancang sebuah desain, codes, practice, dan standard. Untuk meminimalisir kecelakaan yang diakibatkan oleh 1 orang. 

Kembali ke pembahasan terkait apa saja standard codes yang biasa menjadi referensi  saya, dengan relevansi nya sebuah bangunan lepas pantai adalah sebagai berikut : 

Struktur : 
(1) API Recommend Practice (RP) 2A-WSD 21st Ed, RP for Planning, Designing, and Constructing Fixed Offshore Platforms, Working Stress Design. 
(2) API RP 2FPS, Recommended Practice for Planning, Designing, and Constructing Floating Production Systems;
(3) AISC 325 ; Steel Construction Manual
(4) AISC 326 ; Detailing for Steel Construction
(5) AISC 327-12A ; AISC Seismic Design Manual 2nd Ed.
(6) DNV-RP-C205 (Oct, 2010) DNV Recommended Practice Environmental Conditions and Environmental Loads
(7) DNV -OS-C10; Design of Offshore Steel Structure
(8) AWS D1.1; Structural Welding Code
(9) MIGAS; The Indonesian Certify Authority of The Oil and Gas Industry.
(10) ABS Generic Rules Part 2; Material and Welding 2006 Chapter 1 Material for hull Construction.
(11) ABS - MODU No. 6 2008 Mobile Offshore Drilling Units part 3 Hull Construction and Equipment.
(12) ABS 101 Safe hull Dynamic Loading Approach for Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Systems.
(13) ABS 2 Rules for Building and Classing Steel Vessel Part 5C.
(14) ABS 82 Rules for Building and Classing Floating Production Installation 2014.
(15) ABS 126 Buckling and Ultimate Strength Assessment for Offshore Structures.

Struktur Bangunan : 
(1) SNI 1726:2012; Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung (Seismic Resistance Design for Building and Non Building Structures)
(2) SNI 1727:2013 ; Beban Minimum untuk Perencanaan Bangunan Gedung dan Struktur Lain (Minimum Design Loads for Building and Other Structures)
(3) SNI 03-1729-2015; Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung (Building Code Requirements For Structural Concrete).
(4) AISC 341; Seismic Provisions for Structural Steel Buildings
(5) AISC 360; Specification for Structural Steel Buildings
(6) ASCE 41088; Design of Blast-Resistant Buildings in Petrochemical Facilities
(7) ASCE 41140; Guidelines for Seismic Evaluation and Design of Petrochemical Facilities
(8) ASCE 41180; Wind Loads for Petrochemical and Other Industrial Facilities 
(9) ASCE 37-02; Design Loads on Structures during Construction
(10) PIP STC01018; Blast Resistant Building Design Criteria
(11) ASCE 7-10; Minimum Design Loads for Buildings and Other Structures

Material : 
(1) API 
(2) BS EN 10225; Specification for weldable Structural Steels for Fixed Offshore Structures
(3) DIN 17100; Steels for General Structural Purposes
(4) JIS G3101; Rolled Steel for General Structures
(5) EEMUA 150; Steel Specification for Fixed Offshore Structures

Lainya : 
(1) API Spec 2C; Specification for Offshore Crane
(2) (13) AWS D1.4, Structural Welding Code?Reinforcing Steel
(3) AWS D3.6M, Specification for Underwater Welding;
(4) NACE Standard RP 0176-2003, Standard Recommended Practice (RP), Corrosion Control of Steel Fixed Offshore Platforms Associated with Petroleum Production;
(5) ACI 357R-84, Guide for the Design and Construction of Fixed Offshore Concrete Structures, 1984; reapproved 1997 Fixed platforms
(6) API RP 14J, RP for Design and Hazards Analysis for Offshore Production Facilities; Floating platforms.
(7) API RP 2FPS, RP for Planning, Designing, and Constructing, Floating Production Systems;
(8) API RP 2RD, Design of Risers for Floating Production Systems (FPSs) and Tension-Leg Platforms (TLPs);
(9) API RP 2SK, RP for Design and Analysis of Station Keeping Systems for Floating Structures;
(10) API RP 2T, RP for Planning, Designing, and Constructing Tension Leg Platforms;
(11) API RP 2SM, RP for Design, Manufacture, Installation, and Maintenance of Synthetic Fiber Ropes for Offshore Mooring;
(12) API RP 2I, In-Service Inspection of Mooring Hardware for Floating Drilling Units.
(13) GL Noble Denton 0027-9; Guide line for Marine Lifting Operations

Terus terang, masih banyak lainya mulai dari ASME, EIC, UBC, IBC, belum lagi setiap negara mengeluarkan standard masing-masing. Negara dengan industry besar biasanya standard codes nya di ikuti oleh beberapa negara, misalnya America, Australia, Japan, China dan masih banyak lainya. Jika pembaca ada referensi lainya atau refernsi saya ada yang salah dan mungkin belum saya sampaikan, bisa di komen di kolom komentar, saya akan sangat senang sekali. semoga dengan referensi ini dapat menambah wawasan bagi para pembaca dan saya sendiri untuk terus menggali informasi terkait bidang yang saya minati ini. Terimakasih.

Jika kawan pembaca membutuhkan softfile dari reference diatas, mungkin saya punya dan bisa bantu. Terimakasih. 




Reference : 
https://hardhatengineer.com/what-is-the-difference-between-code-standard-and-specification/
https://www.aisc.org/History-of-the-AISC-Specification-1923-2010
https://www.nfpa.org/-/media/Files/Codes-and-standards/Standards-development-process/HistoryNFPACodesStandards.ashx
https://www.egpet.net/vb/showthread.php?t=52953&s=1b55f0f93557e157a957297f06fd478c#ixzz6j9MfEFAK

9 comments:

  1. Bacaan yang berat buat saya meski dulu pengen jadi ahli sipil :)

    ReplyDelete
  2. Bang,
    Kalu utk weldingnya, baik untuk WPS, NDT maupun acceptance criteria nya, mostly pakai standard/code yg mana ya?
    Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepengetahuan saya yang engineer ini, WPS mengikuti standard dari client. kalau secara umum bisa melihat dari AWS (Americal Welding Society)

      jika ada teman teman yang fokus di lapangan, mungkin bisa membantu :)

      Delete
  3. Pak, jika ingin mendaptkan softfile harus hubungi ke mana ya pak 🤭🤭🤭

    ReplyDelete
  4. Pak, saya ingin soft file nyaaa 😂🤭🤭

    ReplyDelete
  5. Semangat terus untuk sharing informasi pak, saya sangat terbantu dengan info yang bapak share..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)