Wisata Sejarah Telusur jalur Mojokerto-Sidoarjo Bareng kereta Jenggala

بِسْـــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ
rombongan heboh
Assalamualaikum. 
Liburan kali ini kami berkesempatan untuk mencoba kereta api lokal Jenggala rute Mojokerto-Sidoarjo. Kereta ini tergolong baru. Bagi yang belum tahu KA Jenggala, mari ikuti ulasan dari saya. 

Wikipedia menyebutkan KA Jenggala baru beroperasi 12 Desember 2014. Kereta api perintis ekonomi AC melayani rute Mojokerto-Tarik-Tulangan-Sidoarjo.


Hari itu kami berangkat dari Mojokerto menuju Sidoarjo. Karena bertepatan dengan 2 hari libur nasional, yaitu Maulid Nabi dan Natal, juga bertepatan dengan libur semester sekolah, stasiun Kota Mojokerto riuh dipenuhi calon penumpang. Jelas berbeda dengan hari biasa dimana KA Jenggala lebih banyak kursi yang kosong daripada terisi. Kami berenam - saya,bapak, ibu, istri, anak, dan keponakan - beruntung mendapatkan kursi karena ternyata banyak penumpang yang mendapatkan tiket berdiri.
stasiun Mojokerto
suasana ramai Stasiun Mojokerto
Jika kawan berencana untuk menikmati KA Jenggala dengan jalur Mojokerto-Sidoarjo, silahkan cek jadwal berikut:

Rute Mojokerto-Sidoarjo
Stasiun                 Datang                Berangkat
Mojokerto              -                          05.25
                                                        07.50
                                                        14.25
                                                        16.40
Tarik                      05.37                   05.41
                             08.02                   08.04
                             14.37                   14.39
                             14.37                   14.39

Tulangan                 06.00                   06.02
                             08.23                   08.25
                             14.58                   15.00
                             17.13                   17.15
Sidoarjo                 06.13
                             08.36
                             15.11
                             17.26

Rute Sidoarjo-Mojokerto
Stasiun                 Datang                Berangkat
Sidoarjo                   -                         06.30
                                                         09.45
                                                         16.17
                                                         18.26
Tulangan                 06.41                    06.43
                             09.56                    09.58
                             15.41                    15.44
                             17.51                    17.54
Tarik                      07.02                    07.04
                             10.17                    10.20
                             16.03                    16.05
                             18.12                    18.15
Mojokerto               07.16
                             10.31
                             16.17
                             18.26

penumpang turun di Sidoarjo
arsitektur stasiun
rangka atap khas jaman kolonial
Jadwal keberangkatan kami pukul 07.50, akan tetapi terjadi keterlambatan hingga kami berangkat pada pukul 09.30. Merupakan PR besar bagi PT KAI untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan dengan memberikan jaminan ketepatan waktu. 

Kereta pun akhirnya datang. KA Jenggala terdiri dari 4 rangkaian gerbong dengan pintu otomatis. Kereta bertenaga diesel ini memiliki desain dari PT INKA. Karena kebiasaaan saya melihat produksi commuter line di jabodetabek. maka kereta jenggala ini eksteriornya mirip dengan relasi tanah abang serpong.
Interior kereta jenggala
Terapat Toilet Duduk serta pintu rolling door
Saya berkesan dengan interior untuk kereta ini, memiliki kapasitas 72 penumpang dengan kursi 2-2 di kanan dan kirinya serta terdapat tempat untuk para penumpang berdiri. Selain itu tersedia toilet duduk dan pintu rolling door membuat kereta ini bertambah nyaman. Tiap gerbong bersih karena petugas sibuk membersihakan mondar-mandir, Mungkin ini membuat para penumpang yang mau membuang sampah sembarangan menjadi segan.
ha ha
Stasiun Tarik
 
Stasiun Tulangan
Perjalanan di kiri dan kanan banyak hamparan pertanian dan beberapa tempat main saya dulu. teringat sekitar 12 tahun lalu jalan-jalan di rel yang belum diakifkan kembali ini. Yup rute mojokerto - sidoarjo memang pernah tidak di gunakan, saya tidak tau tepatnya kapan, seingat saya masih kecil dulu jalur ini mati tidak digunakan kembali. alhamdulillah semenjak desember 2014 jalur ini di aktifkan kembali.

Setiba di Tarik jalur di pisah untuk surabaya dan sidoarjo, kami meluncur di jalur sidoarjo. saya baru paham percabangan rel surabaya dan sidoarjo ada di Tarik. Selanjutnya kami
Gaya klasik Stasiun Sidoarjo
Saya senang karena berkesempatan untuk menengok khasanah sejarah. Entah mengapa ketika saya melihat stasiun, kereta dan berbagai macam yang ada di dalamnya, seolah saya sedang berwisata sejarah melihat kehidupan khas kolonial jaman Belanda, ini bukan sebuah imajinasi belaka. Coba kita melihat bangunan Stasiun Mojokerto arsiteknya dan gaya bangunany masih asli, atap-atapnya bentuk bangunanya juga. Teringat masa kecil dahulu sering diajak ibu saya naik kereta rapih dhoho relasi Mojokerto kediri hingga tulungagung (keretanya masih beroperasi hingga saat ini). sering sekali saya mengamati bentuk stasiun, Rel, bantalan, wesel, kabel dan lainya. hanya berakhir pada pengamatan, saya ingin sekali menuangkan dalam bentuk tulisan. maka semoga tulisan-tulisan tentang perkereta apian bermunculan, karena warisan sejarah yang hingga kini masih kita gunakan tiada lain salah satunya adalah kereta api.

Sedikit mengulas sejarah. Stasiun Mojokerto berada di ketinggian EL. tasiun(+) 22 mdpl. termasuk letaknya paling barat di DAOP VIII Surabaya. Dahulu dari stasiun ini terdapat jalur kereta api yang bersambung ke porong melewati mojosari dan japanan. di japanan terdapat percabangan menuju bangil melewati pndaan. perusahaan pertama yang tercatat mengelola jalur i
ni adalah Modjokerto Stroomtram Maatschappij . Selain jalur cabang yang dikelola oleh MSM, terdapat juga jalur cabang menuju ngoro dan wates. perusahaan yang mengelola jalur ini adalah Oost Java Stroomtram Maatschappij. Jalur terakhir ini sebagian besar di bongkar jepang pada saat perang dunia ke II.Terakhir jalur menuju porong masih bisa berperasi hingga tahun 1969. 

Sumber saya masih amat sangat terbatas yaitu cerita masa kecil bapak dan ibu saya, google dan komunitas perkeretaapian yang memang sudah banyak aktivitasnya (saya ingin bergabung nanti). Nantikan tulisan warisan budaya, teknologi dan perekonomian ini.

Sekian tulisan ala ala wisata sejarah yah. kepingin nulis lebih banyak lagi, karena  msih banyak jalur-jalur yang mati dan eksotis yang belum saya jelajah, belum lagi keunikan tiap stasiun yang menjadi daya tarik yang sangat berharga sebagai warisan budaya, ekonomi dan peradaban. Tertegun dan kagum saya dengan bangunan dari para penjajah ini. 

salam,
Af

sumber : wikipedia

8 comments:

  1. Saya blom prnh wisata religi pdhal di banten yg deket rmh kyknya bnyak yg bisa dikulik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup bener kk, potensi lokal ternyata bisa jadi tulisan yang menarik :). Apalagi terdapat sejarah di baliknya

      Delete
  2. wah.. mojokerto sejarahnya boleh juga yak..
    emang naik kereta itu enak. beda dari transportasi umum yang lain...

    ReplyDelete
  3. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai "Wisata Sejarah Telusur jalur Mojokerto-Sidoarjo Bareng kereta Jenggala".
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Indonesia yang bisa anda kunjungi di Informasi Seputar Indonesia

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)