Melihat Proses Uji Tarik Baja Mutu SNI

Kekuatan suatu struktur desain material dipengaruhi oleh sifat fisik materialnya. Diperlukanya pengujian untuk mengetahui sifat-sifat tersebut. Salah satunya dengan  melakukan uji tarik (Tensile Test)

بِسْـــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــــمِ

Saat saya masih bersekolah dasar, saya selalu tertarik benda tinggi-langsing, namun dapat mengangkat benda yang berat. Ia adalah Tower Crane. Material tower crane hampir semuanya adalah batang baja. Batang baja yang digunakan tidaklah sembarangan, semua bagian-bagian terkecilnya memiliki standar dan mutu yang sama serta sesuai aturan baik nasional maupun internasional. dengan desain yang tepat dalam setiap batang nya, Tower crane mampu menopang beban 5 ton. Saat di dunia kerja, saya berkesampatan melihat langsung pengujian material baja ini agar sesuai standar yang berlaku.

Di dalam dunia Engineering yang berhubungan dengan material baja pasti sangat berkaitan erat dengan uji tarik (tensile test). Uji tarik ini bertujuan untuk mengetahui sifat -sifat fisik materialnya. Suatu struktur sebelum di bangun harus di lihat semua material. Dalam dunia manufaktur, pengetahuan tentang sifat-sifat fisik suatu beban sangat penting. khusunya mendesain dan menentukan proses manufakturnya, Uji tarik merupakan jenis pengujian material yang paling umum digunakan karena mampu memberikan informasi refpresentativ dari perilaku mekanik material. Dalam penjelasan mudahnya, suatu material dengan ukuran tertentu akan diberikan beban secara tarik diharapkan material tersebut mengeluarkan respon, dapat berupa perubahan bentuk (melengkung, memanjang) sampai putus.

Pengujian kali ini adalah UNP 100 dengan tebal sekitar 6mm. Tahap pengujian yang kami lihat adalah sebagai berikut :


1. Check Material Uji, Apakah Telah Sesuai dengan Spesifikasi



Material Uji dibuat sedemikan rupa sehingga telah sesuai Standar uji, di Indonesia standar uji skala nasional adalah SNI (Standar Nasional Indonesia), Standar luar negeri untuk material secara umum bisa menggunakan ASTM (America), JIS (Japan), EN( Europe), dan lain sebagainya. Pertama sebagai client representative saya bertugas untuk memastikan bahwa materi uji telah sesuai (acceptence) mulai dari spesifikasi, bentuk benda uji, ketebalan.

Dari gambar diatas ada 2 benda uji :

  1. Berbentuk persegi panjang dengan tengahnya di gerinda (di gerus) sedemikian rupa sesuai standar benda uji.
  2. Berbentuk persegi pipih. Adalah benda uji untuk test komposisi kimianya. Di lain kesempatan saya akan bercerita tentang pengujian ini.
  3. Di sisi kiri atas (gambar terpotong) Berbentuk batang pejal adalah materal uji untuk test benturan (charpy-notch) test. Di lain kesempatan saya akan bercerita tentang pengujian ini.
Kami mengukur ketebalan menggunakan calipers (jangka sorong) untuk memastikan ketebalan telah sesuai. Setelah semua sesuai maka kita mulai proses selanjutnya. 

2.  Kalibrasi Alat Uji
Kalibrasi benda uji material penting bagi kami sebagai wittness test dari client, karena bisa dipakai sebagai syarat lolos tidaknya alat uji tersebut. Semisal barang memiliki masa berlaku, maka Alat uji di ukur masa berlakunya dari tiap kalibrasi. Biasanya tiap tahun ada pembaharuan kalibrasi.


Dari foto diatas kita bisa lihat merk alat uji, dan jadwal kalibrasi.

3. Persiapan Pengujian
Pada tahap persiapan, teknisi telah menyiapkan  materi uji untuk ditempatkan di tempat uji tarik. Seperti namanya Uji tarik adalah pengujian material baja dengan cara di tarik. tiap ujung material di jepit di alat uji, kemudian di tarik perlahan-perlahan sampai rentang waktu tertentu, hingga material uji berubah sifat dari elastis-plastis-putus. Pembahasan apa itu elastis-plastis mungkin akan saya ceritakan di lain waktu. Pada Intinya material uji tersebut akan mengeluarkan nilai untuk menjadi dasar analisa kami. 


4. Tahap pengujian
Setelah tahap persiapan telah selesai, yaitu memastikan tiap ujung materi uji telah dipasang dengan baik agar menghindari pergeseran materi uji yang tidak diharapkan. Langkah selanjutnya adalah memulai menyalakan alat uji, yaitu dengan menarik materi uji secara perlahan hingga putus. seperti terlihat di video ini.




Material Baja cukup unik, ia memiliki sifat 3 sifat sesaat sebelum putus, secara umum agar lebih mudah pengertianya  yaitu elastis-leleh-plastis-putus.

Tahap elastis : adalah saat material baja tersebut meregang karena diberikan beban tarik, namun dia dapat kembali seperti semula ketika beban tarik tersebut dihilangkan. analogi seperti karet.

Tahap leleh : adalah saat beban tarik material baja telah melampaui sedikit diatas batas elastis dan sebelum batas plastis semacam proses mengkerut.

Tahap plastis : adalah saat beban tarik melampaui batas leleh material baja sehingga terjadi perubahan bentuk dan pada fase ini tidak dapat kembali seperti semula.

Tahap Putus : adalah suatu beban tarik telah melampaui semua fase diatas, sehingga material tersebut mengalami kegagalan (putus).

5. Hasil Pengujian
Dari pengujian diatas kami mendapatkan sebuah grafik perbandingan tegangan vs regangan. Tegangan yaitu tarik berbanding terhadap regangan untuk melihat fase-fase seperti diatas.




Tahap elastis adalah saat angka tegangan (stress) di angka 300MPa. sesaat setelah itu merupakan batas leleh dan kemudian naik kembali menjadi fase plastis.



Selanjutnya adalah fase plastis, pada saat titik sebelum kurva menurun adalah saat material tersebut telah mengalami kegagalan (putus) 



Setelah rangkain ini usai, kita dapat memperoleh angka angka yang nantinya menjadi dasar analisa dan pengambilan keputusan lebih lanjut. Terakhir kami sempatkan untuk mengukur berapakah penambahan panjang material tersebut setelah mengalami proses uji tarik ini.


Diawal tadi panjang titik yang ditandai adalah 50mm, dan sekarang bertambah panjang 67.44 sehingga pertambahan panjang sebesar 17.44mm dicapai maksimal dari materi uji tersebut.

Sekian penjelasan sekaligus pengalaman yang saya lihat. apabila ada yang ingin diskusi silahkan di kolom komentar, dan apabila ada yang kurang tepat dalam istilah, kata dan prosesnya, karena saya masih belajar, silahkan untuk memberikan tanggapanya, akan saya koreksi. Jaya terus Engineer Indonesia. Terimakasih. 👷

14 comments:

  1. Ternyata butuh pengujian juga ya, thanks informasinya.

    ReplyDelete
  2. kerjanya di bidang ini kah bang afrizal?
    sifat baja memang unik ya.. dari tahap elastis sampe putus...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sifat baja memang unik, setiap tahapanya mempunyai fungsi yang berbeda

      Delete
  3. Pengetahuan baru ini. Ternyta baja juga bisa elastis, plastis dan putus ya. Hihi
    Saya justru pengen tau gmna rasanya berada didalam crane menjadi operatornya. Dan katanya itu gajinya gede ya bang?

    ReplyDelete
  4. Banyak juga tahapan pengujian dari si baja...
    Nggak cuma satu, ada 4 tahapan malah...

    ReplyDelete
  5. Sifatnya berubah dengan perlakuan ditarik itu td. Uniknya juga ya bisa punya sifat dari 4 tahapan itu td

    ReplyDelete
  6. Jadi, nanti baja nya dipakai apa setelah ditarik mas? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. proses ini untuk melihat sejauh mana kuat baja sampai bajanya mengalami kegagalan :)

      Delete
  7. Hebat ada testernya sendiri untuk logam. Oiya untuk yang tahap elastis bukankah sifat dari logam itu setelah diregangkan tidak bisa kembali ke bentuk semula ya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. pada saat elastis, baja akan tetap ke bentuk semula, sedangkan tahap plastis tidak dapat kembali ke bentuk semula

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)