Yuk Jadi Masyarakat Social Engineering


Dengan berkembangnya teknologi saat ini, serta begitu mudahnya informasi dapat kita akses, seakan informasi tersebut terus bertumpuk sedang kita tidak cukup waktu memilah sesuai dengan kebutuhan, bairk dari sisi kebenaranya maupun dari sisi kegunaanya. Dalam dunia yang setiap harinya saya jalani, saya dibiasakan untuk tertib dan konsisten pada cara berpikir logis. Sedang tantanganya adalah saya dihadapkan pada sebuah informasi dari klien maupun atasan yang terus berubah, memaksa saya untuk proaktif mencari dan menggunakan data yang ter-update. Kebiasaan ini membuat saya sedikit lebih mudah dalam memilah sebuah informasi dan dapat di telusuri jejaknya. Bagaimana hubunganya dengan kehidupan sehari-hari, yuk simak sampai habis. 

Saya tidak tahu bagaimana menyebut istilah ini, mungkin agar mudah dipahami bisa menggunakan  istilah social engineering. dari Wassap group saya di kirimi sebuah pesan yang dapat membuat saya klik, bahwa apa yang selama ini saya lakukan termasuk cara pandang social engineering. Berikut cuplikanya.
 

Sebulan lalu saya mengantar isteri ke sebuah gerai ATM kantor cabang bank langganan kami di Cinere untuk mengambil uang. Setiba di tempat tujuan, ia turun terlebih dahulu sementara saya memarkir mobil.

Ketika saya menyusulnya masuk kedalam gerai ATM, saya lihat isteri saya tengah bercakap dengan dua orang lelaki yang tidak kami kenal. Saya menghampiri mereka diam-diam sembari mendengarkan percakapannya.

"Jadi begini bu,"ujar salah seorang diantaranya. "Saya mau transfer uang ke saudara, namun ATM saya ketinggalan. Saya cuma minta tolong ibu untuk mentransfer dua juta ke nomor rekening ini dan uangnya saya ganti sekarang juga, ini sudah saya pegang."

"Wah maaf saya tidak bisa membantu Anda," sahut isteri saya.

"Kenapa bu?," tanya salah seorang diantara mereka dengan nada suara meninggi. "Ibu tidak percaya kepada kami?"

"Ya, saya tidak percaya kepada kalian," sahut saya tegas sembari mendekati isteri. Kedua orang itu menoleh.

"Bapak siapa? Tak usah campur tangan urusan orang pak."

"Dia isteri saya. Kalian mau apa? Saya tidak percaya kepada kalian dan kalau tetap memaksa, akan saya suruh orang ramai diluar sana menangkapmu."

Mereka berdua tampak keder, kemudian bergegas keluar dan menyengklak motornya tanpa menoleh lagi.


-------000------

Hari Selasa kemarin untuk suatu urusan, saya musti terbang ke Balikpapan. Seperti biasa saya selalu berangkat beberapa jam sebelumnya ke Bandara, untuk menghindari kemacetan. Saat saya hendak check in, orang yang sedang proses check in didepan saya tampak agak kebingungan dengan barang bawaannya. Cukup banyak sehingga melampaui batas yang diperkenankan. Ia kemudian menoleh ke arah saya dan berkata meminta bantuan.

"Pak, saya lihat bawaan bapak sedikit,"katanya sembari menatap saya. "Bisakah saya menitipkan kopor saya kepada Bapak?"

Saya langsung menggeleng.
        "Maaf pak, saya tidak bersedia," jawab saya tegas.

"Kenapa pak? Bapak tidak mempercayai saya?"

"Bagaimana saya percaya Bapak, kenal saja tidak. Pun jika ternyata bagasi bapak itu berisi barang berbahaya, nantinya di manifest terdaftar atas nama saya. Sayalah yang akan berurusan dengan polisi, bukan Anda."

"Terus saya harus bagaimana?"

"Itu masalah Anda, bukan urusan saya. Lagipula masih ada solusinya kok, bayar saja kelebihannya."

Saya lihat counter check in sebelah kosong, petugasnya mengangguk kepada saya. Segera saya bergeser kesana, mengurus check in dan beranjak masuk ke lounge.


-----------oooo0oooo-----------

Dari cuplikan diatas itulah social engineering. Bagi pelaku, adalah sebuah teknik untuk memanipulasi dan mengarahkan perilaku seseorang atau sekelompok orang dengan menggunakan kekuatan hipnotik bahasa, rasa rikuh pekewuh serta preferensi pribadi seseorang terhadap suatu isu. sedang bagi kita perlu mengetahui dan memahami teknik ini agar terhindar dari cara-cara pelaku dalam memanipulasi. 

Sejalan dengan kian berkembangnya teknologi, teknik human engineering juga merembes kencang dalam dunia sosial media melalui berita-berita hoax pembuat berita-berita dapat menggunakan teknik ini dengan menambahkan data (baik faktual atau fiktif), data pembanding, info grafis, mengutip pendapat tokoh berpengaruh dan lain sebagainya. . Oleh karena itu jangan heran jika dari tukang sampah hingga orang berpendidikan sangat tinggi, bisa terpengaruh karenanya.

Maka persenjatai diri ini dengan tidak langsung percaya pada satu sumber dan langsung menyebarkanya. 


selalu check jika itu data, apakah data tesrebut faktual atau di buat seakan faktual.

Jika Data pembanding : misalnya lebih baik menyicil rumah karena menambah aset dari pada apakah kita sanggup untuk melunasinya. lagi lagi perlu melihat akar masalahnya. apakah keuntungan dan kerugianya.

Info Grafis : biasa berisi informasi dengan grafis yang menarik untuk di baca namun coba di cek kembali apakah data yang dipaparkan telah sesuai dengan kebenaran. karena info grafis biasanya mengclip-ing banyak sumber data dan di ringkas. padahal cara seperti itu dalam kaidah metode ilmiah tidak dibenarkan, karena dalam info grafis yang hasil nyomot berbagai sumber tidak memaparkan data secara menyeluruh, alias ada data yang tidak di tampilkan (atau sengaja di sembunyikan). 

Bagaimana mengkonfirmasi sebuah kebenaran ?
Kebenaran bukan datang dari pemberitaan media, atau banyak orang yang memperbincangkan seakan sebuah kebenaran tapi perlu sedikit lebih dalam dalam melihat persoalan, dengan terus menerus melatih logika dan menjauhkan baper. Memperbandingkan sebuah data dengan data lainya. dari sini kita tau mana yang  data yang derajatnya shohih, meragukan, hoax, dan hoax yang membangun.

dari hoax pun kita bisa mendalami apakah hoax ini merugikan atau tidak. Akan tetapi tidak dijadikan sebuah argumentasi karena ke shohihan data. cukup tau saja.

Mari nyalakan logika, mengajak amar makruf itu penting, namun juga satu kesatuan dengan nahi mungkar.

mengajak optimis itu penting, namun khawatir dengan resiko itu tidak dapat dipisahkan dan sebagai manusia yang berpikir kita perhitungkan manfaat dan mudhorotnya dalam menentukan sikap, pilihan dan kebijakan.

17 comments:

  1. Maka dari itu pesan saya: gunakan jempol dengan semestinya dan selalu berpikir dengan nalar dan tetap waras. Dan kalau tidak bisa selektif dengan berbagai informasi yang terus menerus membikin bising ya lebi baik abaikan saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju sama mas Dany
      haru di pikir dulu la.. jd sinkron

      Delete
    2. Itu sebagian kecil dari social engineer. Sedang dalam kehidupan sehari-hari banyak macamnya. Yang saya pernah adalah telpon :
      1. menipu mulai dari modus kawan lama sampai ngaku2 anggota keluarga.
      2. Ajakan untuk ikut asuransi
      3. Dan saat ini yang sedang nge tren adalah berita Hoax.

      Delete
    3. Kalau bapak saya dapat telepon yang seperti itu mungkin bakal diladenin sampai si penelponnya jadi merasa kesal sendiri. Hahaha..

      Delete
  2. Untuk itu, kita semua jangan langsung mudah percaya dengan suatu berita,terlebih yang terkesan bombastis.
    Harus diselidiki dulu kebenarannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, ini sha setuju. Kenyataannya masih banyak berita "titipan" kalo bisa kita sharing karena terlalu banyak mendengar hal negatif juga bisa mempengaruhi keseharian kita

      Delete
  3. Saya juga sempat pernah gitu, tapi dapet telfon..
    Saya baca artikel diatas kok ikut keseal ya, Mas..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas, memang mereka punya trik2 sendiri terhadap korban

      Delete
  4. Itu yang di bandara, saya malah pernah numpangin bawaan orang yg gak kenal dari Aceh.. Ternyata lebih baik jangan yaa.

    ReplyDelete
  5. ini sangat menambah wawasan saya, untuk lebih berhati-hati lagi dengan org yg belum kita kenal ya gan, makasih buanyyak

    ReplyDelete
  6. Gw jadi inget pernah ada bapak-bapak minta bantuin transfer sekian juta terus nanti dia ganti saat itu juga. Gw karena curiga langsung kasih ekspresi: Maaf pak, saya kere. Duit saya di atm cuman 100 ribu

    Hahahaha

    ReplyDelete
  7. sha pernah waktu di stasiun cikini. Lagi ambil uang di atm trus ada yg titip transfer. Terus ya sha kasih krn transfernya cuma 70ribuan dan dibayar cash hehe

    Waktu itu dia transfer buat bayar salah satu ecommerce. Tergantung situasi juga kali ya, dan pintar2nya kita..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung d Blog saya. Silahkan tinggalkan komentar untuk respon/pertanyaan, maupun request untuk di masukan dalam blog ini. sebagai feedback untuk saya. Saya akan blogwalking juga di web kawan-kawan :)